Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kantor Huawei (Foto: Liputan6)
Dream - Dua karyawan Huawei diturunkan pangkatnya hanya karena main Twitter. Pasalnya, dari cuitan mereka di Twitter diketahui kalau keduanya memakai ponsel pabrikan pesaing Huawei, iPhone.
“ Selamat #2019 dari kita semua di Huawei. Resolusi kami tahun baru ini adalah untuk memberi Anda lebih banyak alasan untuk terhubung dengan orang-orang yang Anda sayangi," tulis cuitan itu.
Tetapi, pada keterangan asal cuitan, tertulis, `baca tweet yang ditandai melalui Twitter untuk iPhone`.
Dikutip dari Shanghaiist. Huawei segera menghapus cuitan yang memalukan itu. Tetapi, warganet telah menangkap cuitan tersebut dan membagikannya ke dunia maya.
That was fast pic.twitter.com/y6k0FJF7Gq
— Marques Brownlee (@MKBHD)January 1, 2019
Menurut memo internal yang dilihat oleh Bloomberg News, Huawei menanggapi insiden itu dengan menghukum dua karyawannya.
Huawei mengurangi gaji bulanan dua karyawan itu, masing-masing sebesar 5.000 yuan, setara Rp10,4 juta. Selain itu dua karyawan itu juga mendapat penurunan jabatan.
Memo itu juga menginstruksikan karyawan untuk memperketat manajemen ke suppliers dan kemitraan. Termasuk, mengenai sistem penetapan agensi sosial media di luar negeri yang tampaknya menjadi sumber masalah kesalahan cuitan ini.

Tahun lalu, penjualan Huawei melampaui Apple. Hasil itu membuat Huawei menjadi pembuat smartphone terbesar kedua di dunia.
Meski begitu, Huawei mendapat sorotan karena kerap mendapat ancaman keamanan dari negara lain.
Pada Desember 2018, Kepala Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada atas perintah pihak berwenang di Amerika Serikat (AS). Wanzhou dicurigai melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Penangkapan itu membuat marah China yang menyerukan pembebasan Wanzhou. China untuk sementara juga menahan sepasang warga negara Kanada atas dugaan " terlibat dalam kegiatan yang merusak keamanan nasional China."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya