Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pakai iPhone, Karyawan Huawei Dapat Sanksi Berat

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 5 Januari 2019 13:52
Pakai iPhone, Karyawan Huawei Dapat Sanksi Berat
"Via Twitter untuk iPhone" baca tweet dari akun Twitter resmi Huawei.

Dream -  Dua karyawan Huawei diturunkan pangkatnya hanya karena main Twitter. Pasalnya, dari cuitan mereka di Twitter diketahui kalau keduanya memakai ponsel pabrikan pesaing Huawei, iPhone.

“ Selamat #2019 dari kita semua di Huawei. Resolusi kami tahun baru ini adalah untuk memberi Anda lebih banyak alasan untuk terhubung dengan orang-orang yang Anda sayangi," tulis cuitan itu.

Tetapi, pada keterangan asal cuitan, tertulis, `baca tweet yang ditandai melalui Twitter untuk iPhone`.

Dikutip dari Shanghaiist. Huawei segera menghapus cuitan yang memalukan itu. Tetapi, warganet telah menangkap cuitan tersebut dan membagikannya ke dunia maya.

Menurut memo internal yang dilihat oleh Bloomberg News, Huawei menanggapi insiden itu dengan menghukum dua karyawannya.

Huawei mengurangi gaji bulanan dua karyawan itu, masing-masing sebesar 5.000 yuan, setara Rp10,4 juta. Selain itu dua karyawan itu juga mendapat penurunan jabatan.

 

1 dari 2 halaman

Memperketat Manajeman

Memo itu juga menginstruksikan karyawan untuk memperketat manajemen ke suppliers dan kemitraan. Termasuk, mengenai sistem penetapan agensi sosial media di luar negeri yang tampaknya menjadi sumber masalah kesalahan cuitan ini.

Huawei P30 Pro

Tahun lalu, penjualan Huawei melampaui Apple. Hasil itu membuat Huawei menjadi pembuat smartphone terbesar kedua di dunia.

Meski begitu, Huawei mendapat sorotan karena kerap mendapat ancaman keamanan dari negara lain.

 

2 dari 2 halaman

Direktur Keuangan Huawei Ditangkap

Pada Desember 2018, Kepala Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada atas perintah pihak berwenang di Amerika Serikat (AS). Wanzhou dicurigai melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Huawei

Penangkapan itu membuat marah China yang menyerukan pembebasan Wanzhou. China untuk sementara juga menahan sepasang warga negara Kanada atas dugaan " terlibat dalam kegiatan yang merusak keamanan nasional China."

Beri Komentar