Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kasus Ciki Ngebul Jadi KLB di Jabar, Ketahui 5 Efek Mematikannya

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 11 Januari 2023 11:48
Kasus Ciki Ngebul Jadi KLB di Jabar, Ketahui 5 Efek Mematikannya
Di Amerika, penggunaan nitrogen cair untuk makanan sebenarnya sudah dilarang.

Dream - Bermunculan kasus keracunan makanan dingin atau yang biasa disebut ciki ngebul di Jawa Barat (Jabar). Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar bahkan sampai menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dari data Kementerian Kesehatan ada 28 anak yang mengalami keracunan di Tasikmalaya setelah mengonsumsi ciki ngebul. Jajanan kesukaan anak-anak karena rasanya manis dan dingin ini akan ditinjau ulang peredarannya.

Untuk membuat makanan berasap dan sangat dingin, dibutuhkan nitrogen cair. Zat tersebut merupakan bentuk nitrogen yang mampu mempertahankan suhu sangat rendah dengan titik didih hingga -196 derajat Celsius. Di Amerika, penggunaan nitrogen cair untuk makanan sebenarnya sudah dilarang.

" Makanan menggunakan nitrogen cair ini juga udah lama dilarang oleh FDA di AS (Amerika Serikat) karena nitrogen cair ini bisa sangat berbahaya kalau dikonsumsi saat belum evaporasi sempurna atau suhu masih sangat dingin, bisa menyebabkan frost bite injury baik di kulit, mulut, maupun saluran cerna," ungkap dr. RA Adaninggar, spesialis penyakit dalam (SpPD) lewat akun Instagramnya @drningz.

 

1 dari 5 halaman

Memang, makanan yang diolah dengan nitrogen cair tampak sangat menarik, terutama bagi anak-anak. Penuh dengan asap dan sangat dingin. Daya tarik tersebut ternyata bisa mendatangkan bahaya bagi kesehatan bahkan bisa berujung fatal dan mematikan. Ketahui lima efeknya.

1. Lambung Berlubang
Mengonsumsi nitrogen cair untuk makanan dalam jumlah besarbisa menyebabkan lambung mengalami perforasi alias robek. Hal ini dibenarkan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.com. Lambung robek terjadi akibat nitrogen cair bersuhu sangat dingin memenuhi isi lambung dengan cepat. Dinding lambung pun mengalami kerusakan sehingga berlubang.

 

2 dari 5 halaman

2. Luka Bakar

Nitrogen cair biasanya digunakan dokter kulit untuk membakar hal-hal yang tidak diinginkan pada kulit. Hal ini disampaikan oleh dr. Reed Caldwell, seorang asisten profesor di Ronald O. Perelman Department of Emergency Medicine di NYU Langone Health, AS. Risiko saat mengonsumsinya juga bisa menimbulkan efek luka bakar karena suhu dingin yang ekstrem.

3. Sulit Bernapas
Menghirup terlalu banyak uap dari makanan atau minuman yang diproses dengan nitrogen cair dapat memicu sesak napas yang cukup parah. Hal ini makin berbahaya bila dialami penderita asma. Nitrogen cair yang terhirup dapat menggusur oksigen di dalam tubuh sehingga mengakibatkan kamu kesulitan bernapas.

 

3 dari 5 halaman

4. Sakit Perut

Bahaya chiki ngebul dapat menimbulkan sakit perut yang parah. Kondisi ini dilaporkan pernah dialami seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Penelitian mengenai kasus ini diterbitkan lewat Clinical Endoscopy. Anak laki-laki tersebut dilaporkan mengalami sakit perut parah secara mendadak disertai dengan sesak napas. Kondisi ini terjadi setelah dia makan camilan yang mengandung nitrogen cair. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, anak itu mengalami perforasi lambung alias dinding lambungnya berlubang dengan diameter sekitar 4 cm.

5. Kematian
Bahaya makan nitrogen cair juga bisa menyebabkan kematian. Hal ini mungkin terjadi ketika seseorang menghirup nitrogen cair di ruang tertutup tanpa ventilasi yang baik. Konsentrasi oksigen dalam tubuh bisa menjadi sangat rendah sehingga menyebabkan pusing, sesak napas, tidak sadarkan diri, hingga kematian.

Sumber: KlikDokter

4 dari 5 halaman

Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Makanan Organik untuk MPASI

Dream - Label organik pada bahan makanan dianggap sebagai jaminan lebih sehat. Biasanya, para orangtua saat akan membuat makanan pendamping ASI (MPASI), lebih memilih bahan organik meskipun harganya jauh lebih mahal.

Lalu apakah sayur dan sumber protein organik pasti lebih sehat untuk anak? Dokter Meta Hanindita, spesialis anak memberikan penjelasan dalam akun Instagramnya @metahanindita.

" Makanan organik dihasilkan pertanian organik, menggunakan bahan pupuk organik dan pembatasan bahan pupuk organik dan pembatasan bahan kimia seperti pestisida, penyubur dll. Penelitian menunjukkan produk makanan organik tidak lebih unggul secara signifikan dibanding konvensional dalam hal pemenuhan zat gizi makro dan mikro," ujarnya dalam video yang diunggahnya.

 

5 dari 5 halaman

Kandungan Gizinya Sama

Menurutnya pemberikan MPASi tidak harus berasal dari bahan organik. Kita bisa mendapatkannya dari penjual sayur yang lewat dan tak perlu repot mencari yang organik. Kunci MPASI bergizi dan sehat justru pada kebutuhan anak yang terpenuhi sesuai usia.

" Tidak harus organik. Konsumsi makanan bernutrisi seimbang sesuai kebutuhan usia yang bervariasi. Belum ada penelitian pada manusia yang menunjukkan bahwa makanan organik memiliki keuntungan terhadap kesehatan atau perlindungan terhadap penyakit tertentu dibanding dengan yang tidak organik," ungkap dr. Meta.

Ia juga menjelaskan dalam hal kandungan nutrisi, bahan makanan organik dan non organik tak memiliki perbedaan signifikan. Apapun bahan makanan yang diberikan pada anak, pastikan saja kandungan gizinya seimbang.

" Jika buibu pakbapak memiliki budget lebih untuk membeli makanan organik, silakan saja. Tapi jika tidak, tak perlu dipaksakan. Yang penting, terlepas dari organik tidaknya, pastikan menyajikan makanan bernutrisi seimbang sesuai kebutuhan usia dan bervariasi," pesan dr. Meta.

Beri Komentar