Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pemeriksaan Payudara Sendiri (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi kesehatan tubuh seringkali baru diketahui ketika terdapat masalah. Baik itu masalah darah tinggi, gula darah yang naik drastis, tekanan darah tak stabil atau mungkin adanya benjolan di payudara.
Idealnya, kita melakukan pemeriksaan medis tahun (medical check up) untuk mengetahui secara detail kondisi organ. Bukan hanya satu kali dalam setahun, ada pemeriksaan yang juga sebaiknya dilakukan secara rutin.
Apa saja?
Payudara
Lakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap enam bulan sekali. Berbaring atau lakukan di depan kaca. Raba seluruh permukaan payudara dengan empat jari yang dirapatkan.
Jika terasa benjolan baik sakit atau tidak, harus diwaspadai. Segera konsultasi dengan dokter jika benjolan tak kunjung hilang dalam waktu 3 hari.
Pemeriksaan detak jantung idealnya dilakukan satu kali dalam sebulan. Hal ini untuk mengetahui apakah ada gangguan jantung, atau mungkin masalah tiroid.
Caranya, letakkan jari telunjuk dan jari ketiga di sisi leher atau pergelangan tangan dan rasakan denyut jantung. Hitung jumlah ketukan dalam 15 detik. Kalikan empat jumlah tersebut.

Denyut jantung yang normal adalah antara 60 hingga 100. "Jika itu berjalan di tahun 110-an atau 120-an, itu tidak normal," kata Earlexia M. Norwood, MD, Kepala Kesehatan Keluarga di Henry Ford West Bloomfield Hospital, Michigan, AS.
Periksa tekanan darah setiap satu atau dua minggu jika kamu berisiko. Pembacaan tekanan darah secara teratur dapat memberi 'jendela' kesehatan Anda saat ini dan di masa depan.

"Seseorang yang sehat tetapi kadang mengalami peningkatan tekanan darah tetapi tidak memiliki diagnosis hipertensi, atau yang memiliki faktor risiko hipertensi, harus melakukan pemantauan episodik," kata dr. Norwood, seperti dikutip dari Self.
Sangat dianjurkan untuk memiliki alat pengukuran tekanan darah di rumah. Terutama mereka yang memiliki riwayat hipertensi.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
