Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pengaturan dan pengendalian kehamilan selama ini cenderung dibebankan kepada kaum hawa. Padahal untuk bisa hamil dibutuhkan kerja sama pria dan wanita. Produk-produk kontrasepsi yang ada sekarang lebih banyak diperuntukkan bagi wanita.
Sebuah terobosan dilakukan oleh Indian Council of Medical Research (ICMR), sebuah badan penelitian biomedis yang didanai pemerintah India. Dikutip dari Hindustan Times, selama 13 tahun ICMR mengembangkan produk kontrasepsi suntuk bagi pria dan kini telah berhasil melalui uji klinis.
Hanya tinggal menunggu badan berwenang untuk memberikan izin pemasaran. Jika proses berjalan lancar, dalam enam bulan suntikan kontrasepsi untuk pria bakal bisa langsung digunakan secara bebas.
" Produk ini sebenarnya sudah siap, hanya tinggal menunggu persetujuan peraturan yang tertunda oleh badan Pengontrol Obat. Percobaan telah berakhir, termasuk uji klinis fase 3, di mana ada 303 objek penelitian dengan tingkat keberhasilan 97,3% dan tidak ada efek samping yang dilaporkan," kata Dr. RS Sharma, seorang ilmuwan senior, dari ICMR.
© Dream
Produk ini akan jadi KB suntik pertama untuk pria di dunia. Dikembangkan dari senyawa polimer yang disebut styrene maleic anhydride.
Nantinya senyawa tersebut disuntikkan ke dalam vas deferens (saluran yang mengandung sperma dekat testis) oleh seorang profesional medis. Suntikan bakal diberikan di bawah pengaruh bius lokal, sehingga para pria tak akan merasakan kesakitan.
" Polimer ini dikembangkan oleh Prof SK Guha dari Institut Teknologi India pada 1970-an. ICMR telah meneliti untuk mengubahnya menjadi produk untuk digunakan secara massal sejak 1984, dan produk telah diuji coba secara lengkap," kata Sharma .
© Dream
Para peneliti di AS juga mengembangkan kontrasepsi serupa, yang disebut Vasalgel, tapi sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. Pihak pengawasan obat-obatan India mengungkap kalau akan sangat berhati-hati untuk melakukan pemeriksaan sebelum menyetujui produk tersebut layak edar.
" Ini yang pertama di dunia dari India sehingga kami harus ekstra hati-hati dalam hal persetujuan. Kami melihat semua aspek, terutama sertifikasi praktik manufaktur yang baik (GMP) yang tidak akan menimbulkan pertanyaan tentang kualitasnya. Saya akan mengatakan masih akan memakan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan untuk semua persetujuan diberikan sebelum produk dapat diproduksi, " kata Somani, pejabat pengawasan obat India.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya