4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
EIGER Protect.
Dream - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang memulai gaya hidup sehat. Mengenakan pakaian yang aman juga menjadi salah satu perhatian masyarakat untuk menghindari penularan.
Di tengah kondisi ini, banyak industri yang harus mulai beradaptasi dengan keadaan. Dari brand kegiatan luar ruangan, PT EIgerindo MPI, mencoba beradaptasi dengan berinovasi meluncurkan produk-produk terbaru yang berfokus pada Alat Pelindungan Diri (APD) melalui rangkaian EIGER Protect.
“ Langkah ini kami ambil sebagai salah satu cara brand beradaptasi di tengah pandemi. Kami juga melihat kebutuhan dan keharusan masyarakat untuk berkegiatan di luar rumah masih tinggi. Di sini kami menawarkan solusi berupa proteksi yang lebih agar berkegiatan pun lebih aman,” ujar Ronny Lukito, CEO PT Eigerindo MPI, Senin 12 Oktober 2020.

Ronny menambahkan, dengan kondisi pandemi yang ada di Indonesia saat ini, EIGER melihat adanya demand masyarakat terhadap produk APD yang masih terlihat cukup tinggi.
Karena itu EIGER meluncurkan EIGER Protect, yang terdiri dari rangkaian produk-produk APD dengan 2 kategori utama, medis dan non-medis.
Sejak awal pandemi Covid-19 di Indonesia, EIGER sudah fokus untuk memproduksi dan mendistribusi APD dengan tujuan membantu masyarakat serta tenaga medis melalui kegiatan EIGER Share.

Untuk produk medis, EIGER sudah memproduksi Hazmat (coverall) dengan 3 jenis perbedaan berdasarkan fungsinya.
Ketiga jenis hazmat ini telah lulus uji AAMI PB 70 level 3 berupa resistensi kain terhadap penestrasi cairan atau water impact (AATC 42) dan disempurnakan melalui uji resistensi kain terhadap penestrasi air di bawah kontak konstan dengan tekanan yang meningkat (AATC 127).

“ Pada dasarnya, ketiga jenis hazmat yang kami keluarkan memiliki fitur water repellent, waterproof, breathable, anti-static, ringan dan seam seal approved dengan beberapa ukuran yang disesuaikan dengan tinggi tubuh pengguna. Kami bedakan ketiga hazmat tersebut sesuai fungsi dan kebutuhan tingkat perlindungan,” jelas Hendra Wiguna, Product Manager EIGER.
1. EG Pro Coverall-LR terbuat dari material 100% Polyester TPU membrane (woven) waterproof dan breathable yang sudah lulus uji ISO 16604 class 3 untuk tingkat perlindungan 3.
Dengan begitu, jenis ini sudah memenuhi standar World Health Organization (WHO).
2. EG Pro Coverall-LD terbuat dari material 100% Polypropylene PE-film (non-woven) untuk memenuhi kebutuhan perlindungan di tingkat perlindungan 2. Jenis ini sudah lulus uji ISO 16603 (Synthetic Blood Penetration Test).
3. EG Pro Coverall-ER terbuat dari 100% Polyester dengan PU Coated (woven) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tingkat perlindungan 2.


Pada kategori produk non-medis, EIGER menghadirkan beragam pilihan seperti, casual coverall, jaket, kaos, masker, face shield, topi, dan lainnya, yang telah dilengkapi dengan proteksi tambahan.
Misalnya topi yang dimodifikasi dengan tambahan face shield untuk melindungi dari droplet dan cuaca panas bersamaan.
“ Produk APD sehari-hari yang EIGER produksi pun memiliki standar kualitas yang tinggi, seperti contohnya jaket yang dilengkapi dengan teknologi water repellent dan menggunakan teknologi Bacmatic dari Dymatic Chemicals,” tambah Hendra.
Diketahui teknologi ini mampu membunuh bakteri dan virus yang menempel pada bahan tersebut dengan merusak lapisan lemak pelindung virus, sehingga virus akan mati sebelum menyentuh kulit.
Laporan: Shania Suha Marwan
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
