Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kecelakaan Mobil.
Dream – Belum lama ini, terjadi kecelakaan yang dialami oleh puluhan santri Pesantren Miftahul Huda di Greenlake, Cipondoh Tangerang. Kecelakaan ini melibatkan kendaraan pikap untuk kendaraan penumpang.
Peristiwa nahas ini membuat 3 orang santri meninggal dunia dan 20 orang lainnya mendapatkan pertolongan medis.
Penggiat keselamatan jalan raya sekaligus pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu, angkat bicara.
Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 27 November 2018, kecelakaan yang melibatkan kendaraan pikap sebagai kendaraan penumpang bukanlah yang pertama kali.
“ Ini jelas sudah merupakan indikator lemahnya pemahaman masyarakat akan keselamatan sendiri. Bukan sopir saja, sekian orang pun tidak melihat itu ada ancaman perilaku seperti ini,” kata Jusri kepada Liputan6.com.

Dia mengatakan kecelakaan kendaraan pikap yang membawa pikap, pada dasarnya, bisa dicegah dari awal. Pertimbangannya, banyak orang yang diangkut oleh mobil ini. Jusri juga menyesali tak ada satu pun orang yang saling mengingatkan. Peristiwa ini seharusnya bisa dicegah dengan kehadiran pemerintah.
“ Pemerintah selalu melihat penyebab kecelakaan langsung. Tapi mereka melihat hanya sebatas kesalahan-kesalahan saja, pelanggaran-pelanggaran, padahal penyebab kecelakaan itu ada dasarnya, dan penyebab dasar ini yang tidak dilihat (pemerintah),” kata dia.
Jusri juga mengatakan penyebab dasarnya adalah pemahaman tentang keselamatan bagi masyarakat tidak tersosialisasi. Penangannya juga tidak dilakukan dengan baik.
“ Terus ada toleransi-toleransi terhadap atura-aturan keselamatan,” kata dia.
Kecelakaan pikap sebagai mobil penumpang kerap terjadi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah agar penyebab dasar kecelakaan bisa ditangani secara serius.
“ Saya yakin. Ini akan ada kecelakaan berikutnya. Pasti. Ini bukan pertama kali, kedua kali, ketiga kali, kesepuluh kali,” kata dia.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya