Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pikap Bermuatan Orang Makan Korban, Salah Siapa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 28 November 2018 06:43
Pikap Bermuatan Orang Makan Korban, Salah Siapa?
Mobil bak terbuka (pikap) kerap digunakan untuk mengangkut penumpang.

Dream – Belum lama ini, terjadi kecelakaan yang dialami oleh puluhan santri Pesantren Miftahul Huda di Greenlake, Cipondoh Tangerang. Kecelakaan ini melibatkan kendaraan pikap untuk kendaraan penumpang.

Peristiwa nahas ini membuat 3 orang santri meninggal dunia dan 20 orang lainnya mendapatkan pertolongan medis.

Penggiat keselamatan jalan raya sekaligus pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu, angkat bicara.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 27 November 2018, kecelakaan yang melibatkan kendaraan pikap sebagai kendaraan penumpang bukanlah yang pertama kali.

“ Ini jelas sudah merupakan indikator lemahnya pemahaman masyarakat akan keselamatan sendiri. Bukan sopir saja, sekian orang pun tidak melihat itu ada ancaman perilaku seperti ini,” kata Jusri kepada Liputan6.com.

Mobil pikap yang mengangkut puluhan santri mengalami kecelakaan.

Dia mengatakan kecelakaan kendaraan pikap yang membawa pikap, pada dasarnya, bisa dicegah dari awal. Pertimbangannya, banyak orang yang diangkut oleh mobil ini. Jusri juga menyesali tak ada satu pun orang yang saling mengingatkan. Peristiwa ini seharusnya bisa dicegah dengan kehadiran pemerintah.

“ Pemerintah selalu melihat penyebab kecelakaan langsung. Tapi mereka melihat hanya sebatas kesalahan-kesalahan saja, pelanggaran-pelanggaran, padahal penyebab kecelakaan itu ada dasarnya, dan penyebab dasar ini yang tidak dilihat (pemerintah),” kata dia.

 

1 dari 1 halaman

Masyarakat Juga Tak Tersosialiasi Pemahaman Keselamatan Berkendara

Jusri juga mengatakan penyebab dasarnya adalah pemahaman tentang keselamatan bagi masyarakat tidak tersosialisasi. Penangannya juga tidak dilakukan dengan baik.

“ Terus ada toleransi-toleransi terhadap atura-aturan keselamatan,” kata dia.

Kecelakaan pikap sebagai mobil penumpang kerap terjadi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah agar penyebab dasar kecelakaan bisa ditangani secara serius.

“ Saya yakin. Ini akan ada kecelakaan berikutnya. Pasti. Ini bukan pertama kali, kedua kali, ketiga kali, kesepuluh kali,” kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)

Beri Komentar