Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Porsche 911 Targa Jadi Mobil Polisi Di Belgia Tahun 1976. (Foto: Carscoops)
Dream – Porsche selalu punya hubungan yang spesial dengan polisi di seluruh dunia. Produsen otomotif ini telah mengirim lebih dari 1.000 unit mobil untuk dijadikan kendaraan operasional polisi.
Tapi, kalau mencari mobil polisi Porsche paling langka, kamu bisa melirik Porsche 911 Targa dari Kepolisian Belgia.
Dikutip dari Carscoops, Selasa 27 November 2018, pada 1976, Porsche menyiapkan 20 unit mobil 911 Targa kepada polisi Belgia pada 1976. Kini, hanya ada tiga unit yang masih eksis.
Tujuh belas unit sisanya “ menyerah” karena kerasnya pekerjaan seorang polisi. Mobil ini terus melaju menemani polisi dalam menjalankan tugasnya.
Mobil 911 Targa ini agak kecil dan didesain lebih khusus. Mobil ini juga diklaim sebagai mobil tercepat di dunia sampai tahun 1993.
Porsche membekali mobil ini dengan mesin 2,6 liter flat six dan bisa menyemburkan tenaga 2,9 Tk.
Kolektor 911 Targa, Ari Epstein, terpesona dengan mobil ini. Dia menghabiskan waktu dua tahun untuk membeli salah satu 911 Targa.
Epstein mencari daftar 20 mobil asli dan nomor kendaraan mereka. Akhirnya, 911 Targa ditemukan. Tunggangan ini disimpan hampir 30 tahun dari masa pensiun dari tugas.
Dream – Bermimpi punya salah satu model mobil mewah Porsche di rumah tapi dompet sama sekali tak mendukung? Mungkin cari ini bisa kamu tiru, Sahabat Dream.
Coba perhatikan foto di bawah ini. Sebuah mobil Porsche berwarna biru tengah nongkrong di sebuah garasi rumah.
Tapi coba perhatikan lagi lebih seksama.

Mobil biru menawan itu bukan tunggangan sungguhan melainkan poster mobil. Lebih tepatnya, poster mobil 3 dimensi (3D).
Dikutip dari Carscoops, Senin 19 November 2018, seorang pecinta Porshce menggambar poster 3D Porsche 911. Ada dua video proses pembuatan poster yang diunggah di akun Facebook Porsche Zentrum Wien Liesing.
Untuk membuat video serealistis itu, pria ini menggunakan proyektor untuk menampilkan gambar 911 di dinding. Dengan cara itu dia bisa lebih mudah mendapatkan proporsi yang tepat untuk mobil sport Jerman.
Bantuan proyektor ini juga bisa meningkatkan kualitas lukisan secara keseluruhan.
Dia mulai mengecat dengan cat semprot untuk lambing Porsche dan dinding mobil. Kemudian dia membawa banyak cat biru untuk badan mobil Porsche.
Tertarik untuk melihat videonya? Kamu bisa melihat tautan di sini.
Dream - Roda kehidupan selalu berputar. Dahulu mungkin kaya raya, tapi kini hidup miskin tanpa tempat tinggal.
Mungkin ini pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Cameron Hunter, pria asal Darwin, Australia. Dulu ia hidup bergelimpangan harta, punya mobil mahal merek Porsche dan tingga di sebuah rumah mewah.
Tapi 20 tahun kemudian, kehidupannya berbanding terbalik 180 derajat. Sekarang, Hunter terpaksa tinggal di sebuah hostel untuk tunawisma.
" Saya dulu punya segalanya tetapi situasi dapat berubah," kata Hunter kepada radio ABC Darwin dikutip Dream.co.id, Jumat 9 April 2015.

Beberapa barang yang merupakan saksi bisu kejayaannya adalah sebuah foto tahun 1997 yang memperlihatkan Hunter muda tersenyum di samping mobil Porsche berwarna biru royal.
Setelah menjual mobil tersebut, Hunter kemudian secara bertahap jatuh ke dalam pola hidup hura-hura di kota-kota di seluruh dunia.
" Itu seperti mati pelan-pelan. Akhirnya saya hanya punya sepotong pakaian yang harus saya pakai selama satu minggu," katanya.
Lahir di Selandia Baru, Hunter yang masih 20-an menjual mobilnya dan terbang ke Eropa.
Di sana dia menjadi tunawisma di Perancis selama dua tahun sebelum terdampar di Thailand. Dia akhirnya dideportasi dari Thailand setelah dua tahun hidup di jalanan negara tersebut.
" Saya dideportasi ke Australia dan mendapat pekerjaan di pertambangan Kalgoorlie, Australia Barat," katanya.
Hunter sempat membeli rumah namun tidak bisa melanjutkan cicilan karena kehilangan pekerjaan.
" Punggung saya cedera dan saya menderita hernia. Sejak itu saya hidup tak tentu arah hingga kemudian tinggal di penampungan ini."
Hunter kemudian datang ke Darwin pada 2003 dan sejak itu keluar-masuk perusahaan. " Mungkin saya sudah 100 kali ganti pekerjaan sejak menjadi tunawisma," katanya.
Tahun lalu, setelah kembali menjadi tunawisma, Hunter mengajukan bantuan tempat tinggal ke Bahkita Centre di Darwin. " Sejak itu saya tinggal di hostel dan sekarang bekerja paruh waktu menjadi pegawai pembukuan."
Hunter mengaku kini dia membangun dan menata kembali hidupnya.
" Ada banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan di sini karena saya sudah di awal usia 40-an," kata Hunter yang dahulu memiliki banyak usaha bisnis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya