6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Busi Kendaraan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di dunia otomotif, ada tiga jenis busi kendaraan bermotor yang dibagi berdasarkan jenis logam yang digunakan. Ketiganya adalah busi standar, iridium, dan laser.
Busi iridium dan laser menggunakan logam mulia. Bahan ini tak digunakan pada busi standar.
“ Yang standar ini nggak ada logam mulia. Bahan yang kayak iridium (itu) ada yang silver, emas. Kalau yang standar itu nikel, belum masuk logam mulia,” kata Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, di Jakarta, dikutip dari Otosia, Selasa 27 November 2018.
Diko mengatakan busi standar berelektroda nikel serta punya standar masa pakainya 6 ribu kilometer (Km) untuk sepeda motor dan 20 ribu Km untuk mobil. Untuk masa tempuh sejauh ini, busi rata-rata mulai erosi atau jarak antar elektroda merenggang. Ini berpengaruh terhadap performa mobil.
" Untuk logam mulia tunggal, G-Power dan Iridium. Ini logam mulianya bisa platinum atau iridium. Yang ini masa pakainya bervariasi. Kenapa? Soalnya pada awal kita (belum tentu) memasangkannya pada awal dari pabrikan atau tidak. Ini dianggap sebagai aksesori peningkatan performance kendaraan," kata dia.
Diko mengatakan masa pakai busi yang berlogam mulia tunggal bisa mirip dengan yang standar. Ada kemungkinan masa penggunaannya juga lebih lama daripada busi standar.
" Kalau yang laser, ini dengan logam mulia ganda. Bahannya ini bisa platinum-iridium di bagian elektroda pusat, dan di elektroda ground biasanya platinum. Kalau di motor kayaknya jarang yang pakai laser kecuali motor-motor besar. Harley, Ducati, bukan regular motorcycle,” kata dia.
Diko mengatakan jarak pemakaian busi laser bisa lebih lama daripada busi standar. Penggunaannya bisa mencapai 100 ribu Km berdasarkan uji laboratorium NGK. Di Toyota Innova kode busi ini sudah berbeda. Yang lama adalah 1VEET, sedangkan yang baru 3MRTE.
Di luar masa pakai berdasarkan uji lab ini, adakalanya masa pakai busi dilihat dari kerusakannya.
" Kalau busi standar, kerusakannya di bagian pusat dan di ground. Kalau yang logam mulia tunggal di ground karena bahan sentralnya platinum. Sementara kalau yang ganda, biasanya kerusakannya di bagian pinggir-pinggir," kata dia.
Jadi kamu mau pakai busi yang mana Sahabat Dream?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
