Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2021 Shutterstock
Pernahkah berpikir kenapa briket hampir selalu berbentuk kubus? Jangankan anak-anak, bisa jadi tak sedikit orang dewasa yang belum mengetahui alasan pastinya. Terlebih briket juga sudah jarang digunakan untuk memasak sehari-hari di era modern ini.
Meski begitu, jangan biarkan ketidaktahuan ini membuat anak-anak yang bertanya jadi tak bisa mendapatkan jawabannya. Untungnya, ada Program Belajar dari Rumah yang diadakan oleh Kemendikbud. Pasalnya di episode 53 ini anak-anak kelas 5 belajar tentang briket biomassa.

Kak Lisa yang menjadi pemandu di episode kali ini, menjelaskan pengertian briket secara umum. Briket terbuat dari bahan-bahan yang mudah panas dan dapat mempertahankan nyala api dalam jangka waktu yang cukup lama. Menurutnya kompor briket ini adalah salah satu alternatif pengganti kompor gas elpiji yang harganya lebih terjangkau.
Selain itu, briket terbuat dari bahan-bahan yang bersifat ramah lingkungan, yaitu biomassa. Adapun biomassa adalah energi atau sumber panas yang berasal dari limbah tumbuhan dan juga hewan, seperti arang tempurung kelapa, limbah pertanian dan kotoran ternak.

Jika diperhatikan secara saksama, briket kebanyakan berbentuk kubus. Ternyata bukan tanpa alasan, kenapa bentuknya dibikin demikian. memudahkan penempatannya dalam kompor dan supaya lebih mudah dikemas. Kebanyakan, briket tempurung kelapa diminati masyarakat untuk memasak. Selain harganya lebih terjangkau juga dipercaya membuat citarasa masakan terasa lebih lezat.
Blok-blok briket biasanya dikemas dalam kotak berbentuk kubus. Untuk membuat kemasannya pabrik briket harus membuat jaring-jaringnya lebih dulu. Supaya lebih mudah memahaminya, anak-anak kelas 5 juga diminta membuat jarring-jaring kubus lewat percobaan sederhana.

Selain membahas tentang briket, di awal segmen anak-anak kelas 5 lebih dulu diajak membaca cerita tentang ‘Rumah Dendeng’. Seperti namanya, cerita tersebut berkisah tentang Danu yang awalnya kesal menjaga dendeng yang dijemur, karena banyak dihinggapi lalat. Namun, di akhir cerita ia akhirnya dapat membuat benda kreatif yang bisa mengeringkan dendeng di dalam rumah, serta bebas lalat.
Di samping topik tersebut, anak-anak kelas 5 juga bisa mengikuti Program Belajar dari Rumah bersama Kemendikbud di TVRI setiap hari Senin-Jumat dari jam 10.30-11.00 WIB. Jadi, pastikan buah hati tak sampai ketinggalan menyaksikannya ya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya