Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Credit Via Shutterstock
Terkadang anak butuh dorongan dan motivasi untuk tergerak memelajari hal-hal yang asing baginya. Salah satunya cara memahami bagaimana sinar matahari bisa menjadi sumber energi di masa depan. Siapa tahu cerita dari Desa Minggir yang membuka program Belajar dari Rumah Episode 51 ini bisa membantu para siswa kelas 5 dalam memelajari materi dari sekolah.

Program yang dihadirkan oleh Kemendikbud kali ini dibuka dengan cerita inspiratif dari Desa Minggir. Desa yang berada di perbukitan Menoreh, Daerah Istimewa Yogyakarta ini dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Sayangnya, selama ini hasil panennya cukup banyak yang terbuang karena tidak terjual habis, bahkan busuk.
Namun, hal ini berubah setelah pasangan Andhika Mahardika dan Nurrachma Asri Saraswati mengajari para petani untuk mengeringkan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Dengan proses pengeringan, kadar air akan berkurang dan perkembangan mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan menjadi terhambat atau terhenti. Uniknya, cara pengeringannya menggunakan rumah surya pengering rumah-rumah, atau dikenal sebagai solar dryer house.

Seperti namanya, proses pengeringan rempah-rempah yang dilakukan di Desa Minggir ini menggunakan tenaga matahari yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan mengoptimalkan radiasi dari sinar matahari.
Rempah-rempah akan ditata pada rak-rak lalu rumah surya ditutup rapat sehingga suhunya dapat mencapai 60 derajat Celcius selama proses pengeringan. Selain itu, ruangan yang tertutup juga akan mencegah rempah-rempah terkena debu, kotoran, dan air hujan.

Saat ini banyak yang berlomba-lomba menemukan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Listrik yang digunakan saat ini sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan-bahan yang dapat habis suatu saat nanti, yaitu minyak bumi dan batu bara. Oleh karena itu, mulai dilakukan pencarian sumber energi alternatif seperti energi cahaya matahari, air, dan angin.
Salah satunya ditunjukkan oleh gedung pencakar langit di Manchester, Inggris, di mana seluruh bangunan dipasang panel surya yang mampu menghasilkan listrik. Cara kerjanya, cahaya matahari yang mengenai lapisan panel surya akan mengaktifkan medan listrik dan menghasilkan arus listrik untuk menyalakan lampu.
Nah, nantinya Kak Lisa juga akan mengajak para siswa kelas 5 untuk menghitung banyaknya panel surya yang diperlukan untuk bangunan. Ada berbagai soal menarik lainnya yang bisa dikerjakan anak-anak di rumah, mulai dari melengkapi kalimat, mengenal kosakata baru, hingga melanjutkan proyek kreatif minggu ini.
Banyak pengetahuan yang bisa didapat berkat menonton video Belajar dari Rumah, yang tayang setiap hari di TVRI. Khusus untuk siswa yang duduk di kelas 5 SD, jangan sampai melewatkan jam tayangnya pukul 10.30-11.00 WIB. Selamat menonton!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya