Keren! Siswa SMA Sulap Limbah Plastik Jadi Outfit Unik Kekinian

Reporter : Amrikh Palupi
Selasa, 18 Februari 2020 07:24
Keren! Siswa SMA Sulap Limbah Plastik Jadi Outfit Unik Kekinian
Pria bernama Rajendra Anselmo Hendrawarman menyulap limbah plastik menjadi baju keren dan kekinian.

Dream - Berawal dari tugas sekolah, siswa kelas 10 Al Jabr Islamic School mampu membuat karya luar biasa dari limbah plastik. Pria bernama Rajendra Anselmo Hendrawarman menyulap limbah plastik menjadi baju keren dan kekinian.

Berawal dari rasa keprihatinnya terhadap limbah plastik yang semakin banyak, membuat Rajendra tercetus ide mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang berharga, yakni produk fashion.

Pria yang akrab disapa Momo ini mengaku terinspirasi dari brand ternama saat membaca koran di salah satu surat kabar. Keinginannya untuk menuangkan idenya langsung tercetus dengan membuat produk fashion baju berbahan dasar dari limbah plastik.

 Rajendra Anselmo Hendrawarman© Khidr Al-Zahrani

" Aku terinspirasi pertama dari baca di koran, ada Adidas bikin baju sampah plastik di laut. Dari situ sadar di Indonesia banyak plastik jadi aku tanya ke lingkungan, kumpulin plastik buat ini. Kalau Adidas kan ngolahnya dari sampah laut, aku ngolahnya dari lingkungan aku dulu," kata Rajendra Anselmo Hendrawarman ditemui Dream di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu 16 Februari 2020.

 Rajendra Anselmo Hendrawarman© Dream

1 dari 5 halaman

Lakukan Riset

Sebelum menuangkan ide, Momo melakukan riset selama kurang lebih dua bulan. Pria berkacamata ini meneliti bahan-bahan plastik apa saja yang bisa digunakan. Dan terpilihlah bahan dasar plastik High Density Polyethylene (HDPE).

Bahan plastik ini dirasa paling tepat sebagai bahan dasar pembuatan baju. Sebab, plastik ini memiliki ketahanan dan ketebalan yang sesuai untuk dijadikan bahan dasar pembuatan fashion baju. " Ini plastik bahan High Density Polyethylene," kata Momo.

 ajendra Anselmo Hendrawarman© ajendra Anselmo Hendrawarman

Foto : Amrikh Palupi/Dream

Tak hanya itu, untuk memaksimalkan karyanya ini, Momo melakukan riset dengan melakukan interview ke beberapa desainer ternama, tentang proses pembuatan brand fashion yang benar dan menghasilkan karya yang bagus.

" Agustus aku dapat ide ini, terus di approve sama guru, terus presentasi kenapa pilih ini. Setelah itu riset tentang ide, riset plastik apa yang bisa dipakai, riset banyak orang yang lebih profesional agar dapat informasi yang lebih valid," kata Momo.

" Aku interview banyak, desainer, cara desain baju yang benar dan masih banyak lagi sih. Dari situ aku kumpulin informasinya baru aku bikin produknya," imbuhnya.

2 dari 5 halaman

Pemilihan Warna Dasar Putih

Pria yang hobi main basket ini juga melakukan survei untuk menentukan warna dan model apa yang sedang digandrungi anak zaman now. Melalui survei itu, Momo dapat menentukan fashion seperti apa yang ingin dia buat.

Setelah semua riset yang dilakukan dan menentukan bahan dasar plastik, Momo mulai mengumpulkan limbah plastik di sekelilingnya. Mulai limbah plastik yang ada di rumah, di sanak saudara sampai mengumpulkan dari teman-temannya. Usai terkumpul, Momo mulai menggambar desain yang diinginkan.

 Pemilihan baju warna putih© Pemilihan baju warna putih

Dari survei yang didapatkan, Momo memilih putih sebagai warna dasar untuk produknya. Warna tersebut diklaim disukai oleh anak zaman now. Sedangkan untuk desain baju, dia memilih auter, lengan panjang dan lengan pendek.

" Aku bikin survei lewat google form paling banyak suka warna putih. Terus desainya pada suka lengan pendek lengan panjang juga ya udah. Dari situ aku bikin warna putih," kata dia.

3 dari 5 halaman

Proses Manual

Uniknya sebelum proses penjahitan, plastik-plastik berwarna putih itu diolah Momo menjadi lembaran-lembaran plastik yang siap dijahit. Cara yang dilakukan adalah dengan proses manual, dia menyetrika satu persatu helai plastik dengan alat setrika, yang biasa digunakan untuk menyetrika baju di rumah. Agar tak meleleh, pada saat proses menyetrika, bahan-bahan plastik itu dilapisi parchment paper.

Dengan penuh ketelatenan, Momo menyetrika semua helai plastik yang sudah dikumpulkan. Pada saat bahan plastik siap, Momo mulai membuat desain untuk produknya itu. Barulah dia mengirimkan semua bahan ke tukang jahit. Butuh seminggu sampai semua bahan menjadi enam produk baju yang dia buat.

 Proses manual © Proses manual

Sementara untuk satu produk baju, Momo membutuhkan 10 sampai 20 helai plastik yang disetrika dengan cara manual. " Setiap baju beda-beda, satu baju butuh 10 sampai 20 helai plastik," ucapnya.

Selain itu, Momo juga menambahkan material kain berbahan katun yang dia cari sendiri. Bahan katun ini dipilih lebih untuk menimbulkan rasa nyaman pada saat baju dipakai.

" Aku tambah kain (katun) buat kenyamanan saja. Biar orang enak dipakainya," imbuhnya.

Momo mengaku tidak mendapatkan kesulitan yang berarti. Hampir tidak ada kesulitan dalam proses pembuatan enam produk yang baru diluncurkan belum lama ini.

Momo membutuhkan kurang lebih tujuh bulan untuk menyelesaikan enam baju dengan tiga desain produknya itu. Tujuh bulan itu termasuk melakukan riset dan proses pengerjaan ke penjahit.

4 dari 5 halaman

Menginspirasi Masyarakat

Tepat pada Sabtu 15 Februari di Mood Cofffe Bulungan Jakarta, Momo meluncurkan enam baju dengan tiga desain produknya itu ke publik.

Melalui Campaign Plastic into Clothing, Momo menggelar pameran produknya di Mood Cofffe Bulungan Jakarta selama empat hari mulai dari Sabtu 15 Februai sampai 18 Februari 2020.

Dengan campaign Plastic into Clothing, Momo berharap bisa menginspirasi masyarakat tentang penggunakan limbah plastik. Momo ingin mengedukasi ke masyarakat agar lebih peduli dengan limbah plastik dan bisa mengolahnya menjadi karya atau sesuatu yang bisa bermanfaat.

 Luncurkan Campaign© Luncurkan Campaign

Momo juga ingin mengajak mengurangi limbah plastik yang semakin banyak dan sulit untuk diurai. " Orang-orang lebih peduli dengan sampah plastik. Penggunaan plastik juga tidak bagus buat kita. Upaya buat mengurangi limbah plastik," tuturnya.

5 dari 5 halaman

Tidak Komersil

Namun karya luar biasa dari Momo ini belum dikomersilkan. Dia membuat produk ini untuk menunjukan limbah plastik ini bisa dijadikan karya yang bermanfaat melalui campaign yang dia buat, yakni Plastic into Clothing.

Tapi kata Momo, tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti produknya akan dikomersilkan. Dia juga membuka lebar bagi brand tertentu yang mengajaknya bekerja sama.

 Momo © Momo

" Mau banget (kolaborasi dan kerjasama). soalnya karya project ini juga kesebar masyarakat jadi bisa lebih luas project ini (campaign)," ungkapnya.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup