Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Mobil Listrik. (Foto: Pixabay)
Dream – Belakangan ini, ada yang dicemaskan industri otomotif terhadap mobil listrik. Mereka khawatir waktu pengisian daya baterai mobil listrik akan lebih lama daripada mobil yang berbahan bakar BBM.
Dikutip dari Auto Evolution, Jumat 14 Desember 2018, BMW, Porshe, Allego, Phoenix Contact E-Mobility, dan Siemens, membuat kelompok kerja untuk mengerjakan proyek FastCharge. Proyek ini bertujuan agar mobil listrik bisa mengisi ulang daya baterai dengan cepat.
Dananya berasal dari Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Digital Jerman. Proyek ini berlangsung sejak 2016.
Hasilnya, diciptakan 2 stasiun pengisian daya di Jettinge-Scheppach, Jerman. Stasiun pengisian ulang listrik ini memberikan output sampai 450 kW.
Stasiun itu dapat digunakan oleh model mobil listrik dari semua merek dengan varian Tipe 2 standar Eropa dari Combined Charging System (CCS). Menggunakan pengisi daya tidak akan memerlukan biaya apa pun, setidaknya untuk saat ini.

Porsche menyebut stasiun itu bisa digunakan untuk pengisian baterai mobil 400 volt dan 800 volt. Kapasitas pengisiannya juga dilakukan secara otomatis.
Perusahaan mobil ini menjajalnya dengan mobil listrik khusus yang dilengkapi baterai 90 kWh. Ketika dicolok ke stasiun, baterai listrik terisi penuh hanya dalam tiga menit.
Stasiun pengisian listrik FastCharger lebih cepat 3-9 kali daripada stasiun pengisian lainnya. Sayang sekali, teknologi itu masih sebatas uji coba. Belum ada kabar kapan akan diproduksi dan tersebar secara luas.
Dream – Sebagian orang menghindari membeli mobil listrik karena modelnya yang terlalu modern. Apalagi jika mereka termasuk pengendara yang memiliki jiwa dan semangat yang klasik.
Selama ini produsen otomotif yang membuat mobil listrik, seperti Tesla dan Jaguar, memilih membuat mobil listrik berdesain modern.
Tapi, langkah berbeda ditempuh Aston Martin.
Dikutip dari Carbuzz, Senin 10 Desember 2018, produsen mobil asal Inggris ini menampilkan mobil listrik dengan desain klasik. Aston Martin membuat mobil " heritage electric vehicle" alias mobil " warisan" listrik.

Aston Martin menggunakan mobil DB6 keluaran 1970 sebagai konsepnya. Produsen ini beralasan bahwa Inggris akan melarang mobil-mobil berbahan bakar gas pada 2020.
Tak ada penjelasan detail tentang konsep mobil listrik Aston Martin. Hanya disebutkan baterai dan motor listrik terletak di bagian engine dan transmisi. Pengaturan unit daya dilakukan melalui layar yang ada di bagian dalam mobil.
Mobil listrik bergaya klasik ini memiliki atap mobil terbuka dan bodinya berwarna putih.
Dream – Divisi mobil Ford Motor Company, Lincoln, bakal menghadirkan Lincoln Aviator generasi kedua pada 2020. Lincoln Aviator generasi dua ini merupakan mobil plug in hybird yang menggunakan baterai dan BBM sebagai bahan bakarnya.
Alih-alih menyebut mobil ini sebagai PHEV (plug in hybird electriv vehicle), produsen mobil asal Amerika Serikat ini justru menyebut mobil ini dengan sebutan Grand Touring.
“ Sederhananya, apa yang dilakukannya sehingga membuat kendaraan lebih menarik untuk dikendarai. Ini adalah definisi paling murni dari Grand Touring,” kata Kepala Pemasaran Lincoln, Robert Parker dikutip dari Carbuzz, Rabu 5 November 2018.
Parker mengatakan perusahaan memang ingin mengubah citra mobil ramah lingkungan menjadi menyenangkan.
Alasan lain mereka enggan menggunakan kata listrik untuk mobil hybird agar lebih menarik minat masyarakat. Dikatakan bahwa masyarakat menyukai kata-kata yang artinya tak diketahui.
Sekadar informasi, Aviator Grand Touring ini memiliki dua mode pengendaraan, yaitu Pure EV dan Preserve EV. Mobil pure EV hanya menggunakan motor listrik, sedang Preserve EV menggunakan V6. Perpaduan motor listrik dan mesin twin turbo V6 berkapasitas 3,6 liter akan menyemburkan daya 450 Tk.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan