Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Desainer Wignyo Rahadi (Cynthia Amanda Male/Dream)
Dream - Desainer Wignyo Rahadi kembali mengangkat kain tenun ke kancah internasional. Kali ini, pria yang sudah 18 tahun berkiprah di dunia mode ini membawa tenun Pringgasela yang merupakan bagian dari tenun ikat dari Lombok Timur, NTB.
Motifnya yang sederhana, menarik minat Wignyo untuk memperkenalkannya. Namun dengan kesederhanaan, kain itu mampu dirancang menjadi look modern.
" Jadi kalau saya sebagai desainer, mata saya lebih leluasa membatini yang look-nya modern. Jadi saya suka sekali mengangkat ini," ujar Wignyo di Plaza Industri, Rabu 14 Maret 2018.

Selain motifnya, Wignyo tertarik dengan teknik pembuatan tenun Pringgasela yang masih tradisional. Bahan-bahan yang dipakai juga alami.
" Saya dari awal sudah sangat tertarik dengan motif, dengan warna. Dia pewarnaannya alam, alat tenunnya gedogan," tutur desainer peraih UPAKARTI pada 2014 ini.
Dengan tenun pringgasela, Wignyo menelurkan koleksi In-Lines yang akan ditampilkan di Tokyo dalam acara " Indonesia Kain Party" pada 3 April 2018. Koleksi ini terdiri dari 10 look busana wanita.

" Koleksi hanya 10, ready to wear deluxe, karena memang kita ngejarnya enggak couture banget. Kita mengejar bagaimana caranya market supaya lebih leluasa," kata pemilik brand Tenun Gaya ini.
Wignyo mengangkat konsep etnik modern. Karyanya ini diberikan elemen desain ala Jepang, seperti obi dan model kimono. Dia juga berharap show kali ini membuat tenun pringgasela dikenal identitasnya dan digemari di dalam negeri maupun luar negeri.
" Kalau show-nya di luar negeri hanya untuk nge-branding supaya, bahwa kalau show di luar negeri orang Indonesia lebih " wah" gitu, lo. " Ada apa sih," gitu kan. Jadi, ini strategi pemasaran aja."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya