Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Pesona Busana Dan Aksesoris Nusantara 2018 (Cynthia Amanda Male/Dream)
Dream - Pesona kain nusantara tetap mendapat tempat spesial di hati pecinta fashion. Selain batik, sejumlah kain etnik mampu menghadirkan inspirasi. Salah satunya adalah Pringgasela.
Keindahan Pringgasela sebagai tenun khas Lombok ini menarik minat desainer Wignyo Rahadi menuangkannya dalam sejumlah karya. Selain menawarkan koleksi terbaru, Wignyo membawa misi mulia melestarikan kearifan lokal nusantara.
" Pengembangan tenun pringgasela ditujukan untuk melestarikan kearifan lokal dengan mengikuti dinamika kehidupan masyarakat yang semakin modern," ujar Wignyo di Kementerian Perindustrian, Rabu 14 Maret 2018.
Wignyo memamerkan koleksi desain berbahan tenun Pringgasela ini dalam 'Pesona Busana dan Aksesoris Nusantara 2018'. Gelaran ini dihelat oleh Kementerian Perindustrian bersama Dewan Kerajinan Nasional untuk mengangkat pamor Pringgasela ke kancah dunia.

Dalam gelaran itu, Wignyo mengusung tema 'In-Lines' dalam koleksi motif Sundawanya. Ada delapan outfit yang dipamerkan dalam gelaran ini. Nantinya, delapan koleksi tersebut akan tampil dalam 'Indonesian Kain Party' di Tokyo, Jepang, awal April 2018.
" Motif sundawa berupa garis-garis yang menjadi ciri khas tenun Pringgasela sangat mendukung untuk diaplikasikan dalam desain busana yang modern. Tenun ini diupayakan agar lebih nyaman dipakai dan dapat diolah menjadi ragam produk fashion lainnya," tutur pemilik brand Tenun Gaya ini.

Tenun yang digunakan Wignyo diproduksi oleh masyarakat Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya memproduksi tenun, masyarakat Pringgasela mendapat pembinaan untuk meningkatkan daya jual produk mereka.
Diketahui, Wignyo pernah mengembangkan kreasi tenun ikat bersama BI dan Pemerintah Provinsi NTB. Koleksinya itu diperkenalkan di ajang Indonesia Creative Week pada November 2017 lalu.
(Beq/Sah)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan