Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Givency (Instagram)
Dream - Desainer ternama Prancis, Hubert de Givenchy tutup usia, Sabtu 10 Maret 2018 di usia 91 tahun. Sebagai desainer fashion selama lebih dari 4 dekade, Givenchy kerap menghasilkan karya-karya yang khas dengan gaya elegan.
Givency banyak membuat wanita-wanita penting dunia, seperti Jacqueline Kennedy Onassis, dan Grace Kelly tampil prima di hadapan publik.
Karya paling dikenal muncul pada 1961 saat Audrey Hepburn mengenakan salah satu busana rancangannya little black dress, dalam Film 'Breakfast at Tiffany’s'.
Tak hanya itu, pada 2006 gaun hitam berpotongan elegan itu laku saat dilelang di Christie’s di London seharga $923.187 atau senilai Rp12,7 Miliar.

Hepburn kembali mengenakan rancangan Givenchy dalam Film 'Funny Face'. 'Love in the Afternoon', 'Paris When it Sizzles', 'How to Steal a Million', 'Charade' dan 'Love Among Thieves'.
Givency pertama kali dikenal publlik sebagai desainer fashion di 1952 saat usianya masih 24 tahun. Pada 1959, dia membuka studionya di area Avenue George V. Di sana dia menciptakan beragam karya-karya busana yang memukau.
Namun di 1995 dia memutuskan untuk pensiun. Pria bernama asli Count Hubert James Marcel Taffin de Givenchy ini kemudian aktif menjadi ahli seni dan barang antik rumah lelang Christie’s, The Château de Versailles, dan The Louvre Museum.
Givency juga aktiv dalam tim pengelola The World Monuments Fund cabang Prancis. Dia juga menjadi konsultan lukisan dan barang seni untuk beberapa hotel.
© Dream
Bertubuh gagah dan rambut yang selalu ditata prima, Givency dikenal dengan sebutan French aristocrat oleh sahabat-sahabatnya. Dia lahir di pada 21 Februari 1927 di kota Beauvais, Prancis.
Saat usianya menginjak 10 tahun, dia bersama keluarganya berkunjung ke sebuah ajang bernama Parisian fair yang diadakan Jeanne Lanvin, pemilik rumah mode Lanvin. Di sana dia terkesima dengan beragam display rancangan desainer fashion asal Prancis papan atas seperti Chanel dan Elsa Schiaparelli. Sejak itu ia jatuh cinta dengan dunia fashion.
Anak kedua dari pasangan Béatrice Badin dan Lucien Taffin de Givenchy. ini mengenyam pendidikan di The École des Beaux-Arts, saat usia 17 tahun. Setelah itu dia magang dan bekerja di beberapa desainer papan atas dunia.

Pada bulan Maret, 1952, sebuah majalah gaya hidup Amerika memperkenalkan karya-karya Givenchy dalam tulisan empat halaman berjudul 'De Givenchy, a New Name in Paris'.
Dia yang saat itu sedang merintis butik mungil di area 8 Rue Alfred de Vigny, begitu mencuri perhatian dengan rancangan bergaya modern. Hanya dengan tiga buah atasan dan tiga buah rok, dia padukan menjadi sembilan tampilan. Givency pun dikenal dengan rancangan ready to wear-nya.
Selamat jalan Givency, karyamu akan selalu dikenang.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan