Halal Dream Trip Wardah 2018 Hari ke-2 di KL, Tambah Ilmu dan Belanjaan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 5 Desember 2018 11:11
Halal Dream Trip Wardah 2018 Hari ke-2 di KL, Tambah Ilmu dan Belanjaan
Cari tahu aktivitas jalan-jalan menyenangkan para peserta Halal Dream Trip Wardah.

Dream - Kring... kring.. Suara telepon kamar hotel membangunkanku. Ketika diangkat, dari ujung telepon terdengar suara " Morning Call" sebagai tanda harus bangun dari tidur, aku cuma menjawab " iya" .

Mata ini tak kuasa untuk membuka mata. Sedikit mengintip, rupanya sudah pukul 06.00 waktu Kuala Lumpur dan memutuskan untuk terlelap minta tambahan lima menit saja.

Masuk pukul 07.00, turun dari kamar hotel yang berada di lantai lima ke restoran yang berada di dekat area lobi untuk sarapan.

Tak banyak menu makanan yang tersedia ala khas Indonesia yang seabreg tersaji di meja makan. Beruntung, masih ada nasi yang bisa dimakan buah-buahan sebagai dessert, biar sehat.

Kenyang mengisi perut, sekitar pukul 08.30 rombongan Halal DreamTrip Wardah 2018 keluar dari hotel untuk memulai keseruan hari kedua di Kuala Lumpur.  Petronas Twin Tower jadi destinasi pertama kami.

Sesampainya di sana, sudah ada beberapa wisawatan yang sudah asyik selfie menggunakan smartphone-nya, dari wajah dan bahasanya sih aku kira mereka berasal dari China.

Sedikit mengantre, rombongan pemenang Halal DreamTrip Wardah 2018 akhirnya berfoto di Menara Kembar itu. Karena pagi itu matahari sedang bersinar cerah, pengambilan harus ada perjuangan dulu. Beberapa kali gagal karena backlight.

Warga lokal tiba-tiba mendatangi kami menawarkan bantuan untuk meminjamkan fish eye.

" Pakai ini biar bagus," katanya.

Sekali jepret gambar yang tadinya backlight, langsung terlihat bagus. Para pemenang Halal DreamTrip Wardah 2018 bersama Spokeperson Wardah, Hanggini Purinda Retto dan Beauty Influencer, Helmi Nursifah atau Ami berpose ciamik.

" Di Petronas Twin Tower itu kan tujuan utama turis ya. Di sana fotonya lucu-lucu," ujar Hanggini.

Ia menuturkan, interaksi dengan Pemenang Halal DreamTrip juga tidak ada rasa canggung. Suasana mengalir begitu cair sehingga timbul keseruan.

" Mereka seru, ramah-ramah, baik," ucap dia.

 

1 dari 3 halaman

KL Eco Forest

Setelah puas berfoto di Petronas Twin Tower, kami bergeser mengunjungi KL Eco Forest. Tempat ini merupakan hutan kota Kuala Lumpur. Hijaunya pepohonan terhampar sejauh mata memandang.

 Dream Trip

Untuk berkeliling di sini, bisa menggunakan jalan bawah atau atas. Rombongan Halal DreamTrip Wardah 2018 memilih jalur atas menggunakan jembatan gantung.

Awalnya ada yang ragu. Namun akhirnya semuanya menggunakan jembatan gantung itu yang tingginya sekitar 10 meter.

Di KL Eco Forest ini kami juga melihat beberapa monyet meloncat dari dahan pohon ke dahan lainnya mencari buah-buahan untuk dimakan.

Sesekali, monyet-monyet itu menatap ke arah lensa kamera seolah-olah minta untuk dipotret. Kami pun kembali bergeser mencari tempat wisata lainnya di Negeri Jiran ini.

2 dari 3 halaman

Muzium Orang Asli

Destinasi berikutnya yakni Muzium atau Museum Orang Asli. Bayangan kami ketika di perjalanan, museum itu menggambarkan sejarah orang Malaysia. Ya, memang tidak salah sih.

Sesampainya di sana dan masuk ke dalam Museum, barulah diketahui yang dimaksud Museum Orang Asli ini yakni masyarakat lokal Malaysia yang bernama Suku Orang Asli.

 Dream Trip

" Awalnya aku sangka Museum Orang Asli ini sejarah orang meninggal diawetkan. Ternyata memang nama sukunya Orang Asli," ucap Hanggini.

Beberapa perabot dan alat pertanian dipajang di museum ini. Bentuk pakaian dan beberapa gayanya sekilas nampak seperti suku Dayak yang ada di Kalimantan.

Ada juga beberapa pakaian yang dibuat langsung menggunakan tangan. " Jadi di sana kita dapat pengetahuan baru. Dapat ilmu," kata Hanggini.

Kami pun langsung makan siang. Energi sudah diisi ulang, waktu sudah menunjukkan untuk salat Zuhur.

Kami kemudian melaksanakan salat Zuhur dijamak dengan Ashar di Masjid Negara Malaysia. Kata si pemandu wisata kami, masjid ini memiliki keindahan yang luar biasa. Sayang, ketika kami datang sedang ada renovasi.

3 dari 3 halaman

KL Galery dan Belanja

Setelah melaksanakan Rukun Islam ke dua, kami beranjak mengunjungi KL Galery. Ini juga mirip-mirip seperti museum, menceritakan sejarah Kuala Lumpur pada masa lalu.

 Dream Trip

 

Dari mulai hanya rawa-rawa, kemudian muncul peradaban hingga seperti sekarang. Ada yang membuat kagum para pengunjung, di dalam satu ruangan, ada maket yang menggambarkan satu wilayah Malaysia.

Yang membuat pengunjung terkesan itu yakni ketika lampu dipadamkan, dalam keadaan gelap tiba-tiba ada cahaya terang menyinari maket-maket tersebut yang menggambarkan kondisi Malaysia pada malam hari.

Kemudian muncul layar seperti presentasi yang menceritakan kondisi Malaysia saat ini. Di sini, kami menghabiskan waktu sekitar satu jam.

Jalan-jalan sudah, makan sudah, salat sudah, waktu yang sudah ditunggu akhirnya tiba. Apa itu? Yap, Belanja. Rombongan Halal DreamTrip Wardah 2018 langsung bergegas masuk bus ketika mendengar akan pergi belanja.

Di perjalanan, rombongan perempuan cantik ini memperbaiki riasannya. Ada yang menambahkan bedak, memoles bibirnya menggunakan lipstik. Tentunya menggunakan produk Wardah.

Setelah menempuh waktu kurang lebih 20 menit. Kami tiba di Central Market, salah satu pusat oleh-oleh Malaysia. Kondisinya mirip kalau kita lagi berkunjung ke Pasar Baru yang ada di kawasan Jakarta Pusat.

Rombongan Halal DreamTrip Wardah 2018 kemudian bergegas mencari oleh-oleh untuk sanak saudara di Tanah Air. Ada yang membeli cokelat, snack, gantungan kunci.

Berbagai diskon juga disajikan oleh para pemilik toko, ada yang menjual paket misalnya kalau beli tiga dapat potongan sekian Ringgit.

Itu pula yang disiasati oleh rombongan DreamTrip Wardah 2018.

" Ini kalau beli tiga dapat potongan tahu," kata Ajeng.

Acara belanja itu berlangsung sekitar satu jam setengah. Selesai belanja, kami makan malam dan kembali ke hotel untuk beristirahat. Terus pantau keseruan kegiatan Halal DreamTrip Wardah 2018 ya. (ism)

 

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan