Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Dream - Kehamilan bagi beberapa perempuan merupakan pengalaman yang sangat traumatis. Tubuh membengkak, nyeri, mual, sakit kepala, termasuk masalah yang menyertai seperti pendarahan dan menimbulkan trauma persalinan.
Kondisi ini ternyata bisa menjadi sangat parah dan menjadi phobia. Secara medis, ada sebutan khusus untuk perempuan yang sangat takut kehamilan sampai merasa stres dan depresi yaitu
Tokophobia.
Seprti dikutip dari Momjunction, kondisi ini terjadi pada 1 di antara 10 perempuan. Sama seperti halnya ketakutan ekstrem pada laba-laba atau ketinggian, takut dengan kehamilan bisa
mempengaruhi kondisi psikologis seorang perempuan secara signifikan.
" Bukan takut persalinan, tapi memang seperti kekhawatiran luar biasa hingga depresi dengan membayangkan tubuhnya menjadi dua dan ada yang tumbuh di dalam tubuh mereka. Pada
mereka yang mengalami tokophobia, butuh pertolongan segera," ujar Clare Murphy, British Pregnancy Advisory Service.
Banyak yang menganggap kalau ketakutan pada perempuan hamil adalah hal wajar. Terutama jelang persalinan di mana tubuh harus 'siap-siap' merasakan sakit luar biasa akibat kontraksi.
Tapi faktanya tak demikian. Ketakutan yang dirasakan mereka dengan tokophobia adalah ketakutan yang ekstrem.
Jika tak ditangani dengan tepat dengan campur tangan psikolog serta konsultasi menyeluruh bisa meningkatkan risiko baby blues atau depresi pasca melahirkan. Hal ini tentu akan
berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis ibu dan bayi.
" Keinginan bunuh diri bisa muncul kapan saja, termasuk keinginan untuk 'menyingkirkan' bayinya. Jika ada perempuan hamil yang mengungkapkan rasa takutnya, jangan menyepelekan. Minta ia untuk berkonsultasi dengan dokter kandungannya atau langsung dengan psikolog," kata Murphy.
Rasa kekhawatiran berlebihan saat hamil memang sering muncul. Tapi jika dirasa semakin parah, hingga membuat sesak napas, sulit tidur, hingga berhalusinasi, tak boleh didiamkan. Segera cari pertolongan.
Sumber: MomJunction
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes