BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Shutterstock
Dream - Saat terjadi permasalahan dalam sistem pernapasan kerap terjadi batuk. Penyebab gejala ini berbeda-beda.
Ternyata, perbedaan suara batuk ini bisa memberi petunjuk tentang apa penyebab utama yang diderita seseorang agar bisa ditangani dengan tepat.
Namun di tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang masih ketat menerapkan social distancing dan memilih beraktivitas dari rumah saja. Kerap terjadi keraguan untuk memeriksakan diri ke dokter jika gejala yang muncul cukup ringan seperti batuk saja.
Untungnya teknologi masa kini yang semakin canggih dan memudahkan masyarakat untuk berkonsultasi ke dokter secara online. Baik konsultasi diagnosis penyakit, cek kesehatan dasar, hingga rekomendasi pengobatan.
Salah platform yang menyediakan konsultasi online ini adalah Alodokter. Aplikasi ini juga meluncurkan teknologi terobosan terbaru untuk mendeteksi suara batuk. Aplikasi Alodokter dapat mendiagnosis 6 kondisi paru-paru yang berbeda, antara lain infeksi paru, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), ISPA, batuk rejan, dan bronkitis.
Tingkat akurasi diagnosisnya berkisar dari 87-97%, yang berarti sama akuratnya dengan pemeriksaan konvensional.
Pengalaman diagnosis ini dikembangkan bekerja sama dengan ResApp, perusahaan teknologi diagnosis kesehatan digital dari Australia. Teknologi ini dikembangkan dengan cara mencocokkan ciri-ciri dari suara batuk dengan diagnosis klinis yang telah terakreditasi untuk digunakan di Eropa dan Australia.
“ Yang membuat teknologi ini berbeda adalah kamu tidak memerlukan gadget tambahan, cukup gunakan smartphone yang dimili. Kamu tinggal batuk di dekat smartphone, kemudian dalam beberapa detik, dokter kami bisa langsung mengetahui diagnosis secara otomatis dari sistem,” jelas Suci Arumsari, Co Founder & President Director dari Alodokter pada keterangan tertulis yang diterima Dream.
Jenis teknologi diagnosis berbasis smartphone ini adalah terobosan baru untuk telemedisin karena tidak membutuhkan device tambahan.

“ Dengan adanya teknologi ini, dokter jadi lebih mudah untuk mendiagnosis lebih banyak penyakit dan memberikan perawatan secara lebih efisien dari jarak jauh, serta membantu pasien menangani permasalahan kesehatan dengan lebih cepat tanpa perlu keluar rumah,” tambah Suci.
Hadirnya inovasi yang disajikan oleh Alodokter ini tentunya begitu membantu dalam pemeriksaan dan masyarakat merasakan sendiri teknologi kesehatan inovatif yang terus berkembang sama dengan negara lain.

“ Pemerintah mendukung penuh produk dan teknologi telemedisin dalam membantu visi dan misi untuk menghadirkan akses kesehatan yang lebih baik pada masyarakat. Inovasi di dunia digital kesehatan secara paralel juga menjaga kepercayaan data dari para pasien/pengguna dengan pemanfaatan standard internasional untuk perlindungan dan keamanan data,” kata Setiaji, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan.
Sahabat Dream dapat memanfaatkan fitur ini melalui aplikasi Alodokter. Setelah pemeriksaan, nantinya dokter akan mengonfirmasi diagnosa setelah melakukan penilaian terhadap gejala pasien.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
