Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
Kontraksi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hamil selama sembilan bulan, hal yang paling dinanti para ibu tentunya proses persalinan. Proses tersebut tak bisa dilepaskan dengan tanda yang begitu nyata yaitu kontraksi rahim.
Kontraksi merupakan sinyal paling nyata dari proses persalinan, jika terjadi di tanggal-tanggal hari perkiraan lahir (HPL). Tapi ada kalanya kontraksi muncul sebelum waktu yang diperkirakan dan bukan pertanda persalinan.
Lalu, apa yang terjadi pada tubuh ibu saaat terjadi kontraksi? Rasa kencang di perut bagian bawah, makin lama makin terasa dan intensif, seperti keram saat datang bulan tapi berkali-kali lipat level nyerinya.
Hal tersebut merupakan gambaran kondisi rasa nyeri yang dialami ibu saat mengalami kontraksi. Sebelum persalinan, ibu akan mengalami hal ini atau sering disebut sebagai kontraksi palsu atau braxton hicks.
" Kontraksi palsu sebenarnya kondisi saat otot-otot rahim 'berlatih' sebelum memasuki proses persalinan, saat kerja otot akan semakin aktif," kata Paul du Treil, M.D., dokter kandungan Touro Infirmary, seperti dikutip dari Parents.
Kontraksi merupakan mekanisme tubuh membantu bayi keluar dari rahim. Otot-otot di sekitar rahim akan bergerak dan bekerja ketika bayi sudah waktunya keluar.
" Rahim mengelilingi bayi, dan ketika otot-otot rahim berkontraksi, itu membantu kemajuan persalinan," kata Bart Putterman, M.D., dokter kandungan dari Texas Children's Pavilion for Women.
Kontraksi rahim yang terus menerus, konsisten dengan intensitas meningkat akan membuat posisi bayi yang semula berada di dalamnya, masuk ke jalan lahir. Demi membuat bayi lebih cepat keluar, ibu akan dibimbing tenaga medis agar mengatur napas dan mengejan.
Tubuh perempuan memang sudah memiliki mekanismenya sendiri ketika janin yang berada dalam rahim sudah matang. Tapi ada kalanya kontraksi tak kunjung muncul ketika usia bayi sudah cukup umur. Kondisi ini harus dikonsultasikan secara intensif dengan dokter.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya



Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini