Kosongkan Jadwal! 4 Desember 2020 Ada Mulan di Layar Kaca

Reporter :
Sabtu, 21 November 2020 08:00
Kosongkan Jadwal! 4 Desember 2020 Ada Mulan di Layar Kaca
Siapa yang sudah nggak sabar?

Dream - Film live action Disney, Mulan, sangat dinanti kehadirannya oleh banyak orang. Setelah terjadi penundaan penayangan karena pandemi Covid-19, film ini akan diluncurkan secara ekslusif Disney’s ‘Mulan’ di Disney+ Hotstar pada 4 Desember 2020.

Film Mulan pertama kali dirilis Disney dalam versi animasi pada 1998, bercerita tentang perempuan muda pemberani yang mempertaruhkan segalanya karena cinta pada keluarga dan negaranya, dengan menjadi pejuang terhebat di China.

Dalam peluncuran ini, Disney Indonesia bekolaborasi dengan para bintang berbakat di Indonesia demi menghidupkan kisah ikonik Mulan dengan sentuhan spesial.

Akan ada tiga tokoh ternama Indonesia, Yuki Kato, Luna Maya, dan Dion Wiyoko yang akan menyumbangkan suaranya untuk mengisi suara karakter-karakter utama film Disney’s Mulan dalam Bahasa Indonesia.

Tidak hanya itu, lagu ikonik dari film ini yang berjudul ‘Reflection’, akan diberikan sentuhan lokal empat penyanyi berbakat Indonesia, Yura Yunita, Nadin Amizah, Sivia, dan Agatha Pricilla.

Mereka siap memberikan warna baru pada lagu ‘Reflection’ yang pertama kali dipopulerkan penyanyi Christina Aguilera pada 1998.

1 dari 6 halaman

Film live action

Lagu ‘Reflection’ akan tersedia di semua platform musik digital mulai 20 November 2020, dan juga akan tersedia video musik ‘Reflection’ yang disutradarai Aditya Ahmad.

Secara perdana, video musik tersebut akan dirilis di Disney+ Hotstar dan kanal Youtube, DisneyMusicAsiaVevo di tanggal yang sama.

“ Disney's ‘Mulan’ adalah film yang memiliki daya tarik universal dengan tema yang tidak lekang oleh waktu, yaitu keberanian dan keluarga. Kami sangat senang karena dapat berkolaborasi dengan para talenta lokal untuk peluncuran film ini, guna membawa cerita, karakter, dan musik dari Disney’s ‘Mulan’ lebih dekat kepada para penggemar di Indonesia," ujar Amit Malhotra, Regional Lead, Emerging Markets, The Walt Disney Company APAC, dalam Virtual Press Conference, Kamis, 19 November 2020.

" Disney+ Hotstar akan terus menjadi rumah dari film global dan Indonesia terbaik, dan penggemar dapat menantikan lebih banyak lagi konten berkualitas kedepannya,” tambahnya.

Kisah Mulan dihidupkan kembali melalui film live action oleh pembuat film ternama, Niki Caro. Film ini akan dibintangi Yifei Liu sebagai Hua Mulan, Yoson An sebagai Honghui, dan Gong Li sebagai Xianniang, serta Donnie Yen dan Jet li.

2 dari 6 halaman

Tokoh Indonesia di Mulan

Di Indonesia, aktris multi talenta dan penuh semangat, Yuki Kato akan mengisi suara Mulan, pejuang tangguh, kuat dan penuh kasih yang mempertaruhkan segalanya karena cinta keluarga dan negaranya. 

Dion Wiyoko akan mengisi suara Honghui, prajurit yang awalnya menjadi saingan Mulan namun pada akhirnya menjadi temannya. 
Sedangkan Luna Maya yang mengisi suara Xianniang, salah satu karakter terbaru di Disney’s Mulan yang merupakan sekutu dari penjahat, Bori Khan.

Luna Maya mengungkapkan bisa menjadi bagian dari proyek ini, “ Merupakan suatu kehormatan bagi saya telah diberi kesempatan untuk menyumbangkan suara untuk salah satu film Disney favorit saya, Mulan. Saya menonton film animasi saat masih kecil dulu dan kisah Mulan yang mampu menghadapi segala rintangan telah menjadi salah satu inspirasi bagi saya."

" Saya berharap penggemar di Indonesia merasa bangga dan senang mendengar suara-suara dari aktor dan aktris yang mereka kenal dalam film Disney, dan dapat menikmati film ini sama seperti kami yang sangat menikmati proses pembuatannya,” tuturnya.

3 dari 6 halaman

Siap-siap

Mulan© Instagram.com/disneyplushotstarid

Sahabat Dream dapat berlangganan Disney+ Hotstar langsung dari situs web (www.DisneyPlusHotstar.id) atau aplikasi Disney+ Hotstar (Android dan iOS), Android TV dan Apple TV, dengan lebih banyak perangkat yang akan tersedia nantinya.

Dengan biaya Rp39 ribu/bulan atau Rp199 ribu/tahun, konsumen akan memiliki akses ke lebih dari 500 film dan 7.000 episode termasuk yang film internasional terbaik, tayangan Disney+ Originals dari Marvel, Disney, Star Wars dan lainnya, serta pemutaran perdana film-film Indonesia yang telah dinanti secara eksklusif, dan lebih dari 300 film bioskop Indonesia.

4 dari 6 halaman

Angga Dwimas Sasongko Sukses Melejitkan 'Story of Kale'

Dream - Sutradara sekaligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko, mempunyai konsep berbeda dalam perilisan film-film miliknya.

Saat diskusi virtual, Angga mengungkapkan alasannya berani merilis film baru di bioskop.

“ Pertama, kami sadar banget untuk market recover butuh stimulan. Stimulannya apa? Yakni konten dan film baru,” ujar Angga Dwimas Sasongko, saat diskusi virtual, Rabu, 18 November 2020.

Angga mengatakan, Visinema telah menyiapkan film-film berbeda yang akan dirilis di bioskop dan secara digital.

" Film yang kami kerjakan untuk digital akan kami kerjakan untuk dirilis secara digital,” kata Angga lagi.

Contohnya, Angga memilih film Story of Kale dirilis secara digital sesuai dengan produksi dan durasi filmnya.

5 dari 6 halaman

Recovery market

“  Story of Kale secara production, secara durasi, secara kreatif, kami buat spesifik spesial untuk dirilis secara digital,” sambungnya.

Untuk film yang akan dirilis di bioskop, Angga akan memulai dengan Generasi 90-an Melankolia.

“ Itu sebagai stimulan untuk penonton mau lagi, yakin lagi, berani lagi datang ke bioskop,” ujarnya.

Sutradara berusia 35 tahun itu menyebut tanpa adanya film baru, maka bioskop tetap akan sepi pengunjung. Karena penonton menantikan hal-hal baru.

“ Ini yang mau kami lakukan, kami mau jadi stimulan untuk bisa memulai proses recovery market di perfilman Indonesia,” ujar Angga Dwimas.

Awal pandemi terasa sulit

Sutradara film Filosofi Kopi ini menuturkan, ada kesulitan mencari dana pada masa awal pandemi.

“ Tentunya di awal sulit ya karena investor akan melihat track record, akan melihat apakah satu perusahan itu accountable, good government,” ujarnya.

CEO Visinema Pictures ini memyebut, selama 12 tahun membangun Visinema, ia mengedepankan reputasi dan integritas yang tinggi.

Angga percaya, modal utama mencari dana untuk produksi film bukan hanya dari proposal yang kuat. “ Tapi juga track record dari perusahaan sendiri,” ujarnya.

6 dari 6 halaman

Mengedepankan standar operasional


Angga Dwimas Sasongko© Instagram.com/anggasasongko

Selama ini, lanjut Angga, dia selalu mengedepankan standar operasional yang sama dari film-film yang diproduksinya. Sehingga investor tertarik masuk ke dalam proyek filmnya.

" Itu yang mungkin dilihat investor, hingga tertarik masuk project Visinema,” kata Angga.

Jika hal itu dilakukan, tinggi kemungkinan investor akan memberikan modal sehingga dapat berpengaruh terhadap market film Indonesia.

(Laporan: Savina Mariska)

Beri Komentar