Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kesadaran melakukan pemeriksaan jelang pernikahan kini sudah bukan lagi dianggap sebagai sebuah hal tabu. Meski belum booming, namun kesadaran tersebut sudah mulai dapat diindikasikan sebagai sebuah tren.
Pre marrital screening bagi perempuan dan laki-laki ditujukan agar masing-masing mengetahui dan mengkomunikasikan kondisi kesehatan serta keluhan secara genetis. Meski dalam praktiknya pria kerap memiliki ego tinggi untuk menolak melakukan pemeriksaan. Sebenarnya tujuan pemeriksaan baik dilakukan bagi pasangan yang berencana menunda atau langsung memiliki momongan.
Bagi pasangan yang sudah menikah namun belum memiliki momongan kerap menyalahkan wanita yang mandul atau memiliki kelainan. Kesadaran untuk memeriksakan kesehatan fisik dan reproduksi serta asupan gizi kerap dilupakan oleh pasangan. Bukan hanya 4 sehat 5 sempurna, namun food combining lebih menjadi perhatian bagi pasangan yang ingin cepat memiliki keturunan.
" Sebagian besar kegagalan di awal kehamilan di Indonesia karena faktor kekurangan asupan vitamin A dan D, kedua vitamin tersebut dapat didapat salah satunya melalui food combining," ucap ginekolog, dr Febriansyah Daud Sp.OG saat ditemui tim Dream.
Pola komunikasi yang efektif juga memegang peranan penting bagi pasangan. Disebut oleh relationship coach Indra Noveldy, kualitas komunikasi menjadi tantangan bagi pasangan. Tantangan terberat bagi perempuan yakni mengajak pasangannya untuk berobat ke dokter. Pastikan istri membuat suami nyaman hingga pasangan mau diajak memeriksakan diri ke dokter.
" Kenyamanan bisa dibangun dengan konsep PISIK yakni menjadikan pasangan sebagai partner, sadar akan peran sebagai suami dan istri, kemudian menjadikan pasangan sebagai sahabat, dan mengacu pada menjadikan pasangan sebagai kekasih," pungkas Indra.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya