Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Minyak Goreng (Foto: Shutterstock)
Dream - Minyak jelantah selalu dianggap kurang sehat untuk dikonsumsi. Pasalnya minyak ini identik dengan minyak bekas yang sudah menghitam dan bisa memicu banyak masalah kesehatan.
Ternyata anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. Hal ini diungkapkan oleh Made Astawan, pakar gizi Institut Pertanian Bogor.
“ Tergantung jenis minyaknya. Kalau pakai minyak kelapa yang banyak asam lemak jenuhnya, bisa dipakai berkali-kali,” ujar Made di Ashley Hotel, Jakarta Pusat, Kamis 31 Oktober 2019, dalam acara Nutrifood Research Center Grant 2019.
Minyak jelantah menurut Made hanya boleh dipakai ulang sebanyak 4 kali. Jangan menambah dengan yang baru, tapi harus dibuang dan gunakan minyak baru setelah 4 kali pemakaian.
“ Walaupun praktiknya jarang sekali pedagang kaki lima mengganti minyak, yang ada menambah dan itu sama dengan tidak diganti. Jadi kalau sudah 4 kali harus diganti," ungkap Made.
Lain halnya dengan jenis minyak lain seperti minyak kedelai, jagung atau zaitun, dengan asam lemak tak jenuh tinggi. Minyak tersebut memang lebih sehat tapi sayangnya cepat sekali berubah aroma menjadi tengik.

" Minyak jagung, kedelai dan zaitun memiliki asam lemak tidak jenuh yang tinggi. Sehingga ketika dipakai menggoreng berkali-kali, bisa memicu radikal bebas lebih cepat," ungkap Made
Ia menjelaskan kandungan asam lemak jenuh seperti pada kelapa sawit, lebih kuat terhadap serangan oksidasi. Hal inilah yang membuat orang-orang lebih suka menggunakan minyak kelapa atau kelapa sawit.
Di luar negeri, orang justru lebih sering memakai jenis minyak zaitun, jagung maupun kedelai karena makanannya banyak yang dikukus, direbus dan disangrai.

“ Mereka jarang sekali memakai penggorengan. Misalnya telur, lebih senang telur rebus dibandingkan goreng. Kalau kita lebih sering telur dadar. Konsumsinya tidak banyak dan banyak pilihan selain minyak goreng biasa,” tutupnya.
Dream - Gorengan selalu jadi camilan favorit. Rasanya yang gurih dengan tekstur garing, membuatnya juga bisa dijadikan lauk.
Meski demikan mengonsumsi gorengan sebaiknya tak dilakukan setiap hari. Hal ini lantaran kandungan minyak yang tinggi dan dalam jangka panjang bisa memicu sederet masalah kesehatan, seperti meningkatkan level kolesterol jahat dalam tubuh.

Salah satu cara menyiasati membuat gorengan lebih sehat adalah dengan menggunakan minyak yang sehat. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan minyak sawit untuk menggoreng makanan.
Minyak ini memang memiliki harga yang sangat terjangkau dan membuat makanan jadi lebih nikmat. Sebenarnya ada pilihan minyak goreng lain yang lebih sehat.
Bagi Sahabat Dream yang ingin menerapkan hidup sehat, beberapa minyak berikut mungkin bisa jadi pilihan.
Sulit mengatakan minyak mana yang tepat untuk menggoreng. Satu hal yang pasti, minyak yang sudah lama atau minyak bekas, yang pasti sangat tidak sehat untuk digunakan. Sementara, minyak paling sehat untuk menggoreng sangat bergantung pada kemampuannya untuk menahan suhu tinggi.

Titik asap sangat penting dalam memilih minyak yang sehat, yaitu suhu di mana minyak mulai membakar dan mematangkan. Nah, ketika minyak dipanaskan melewati titik asapnya, lemak mulai rusak.
Proses ini menghasilkan asap, serta menghilangkan bau dan rasa. Apa yang sebenarnya terjadi adalah minyak melepaskan senyawa berbahaya, termasuk karsinogenik, radikal bebas penyebab kanker. Itu berarti titik asap minyak pada akhirnya mempengaruhi seberapa sehat minyak goreng untuk tubuh. Satu hal yang tidak dilakukan adalah menggunakan kembali minyak goreng.
Jenis minyak yang menyehatkan jantung seperti minyak safflower dan rice bran oil sangat direkomendasikan sangat sempurna karena dapat menahan suhu penggorengan hampir 500° Fahrenheit.

Bisa juga menggunakan minyak kacang dan minyak bunga matahari jika menggoreng pada suhu 450 ° F, atau minyak canola dan minyak sayur untuk menjaga suhu sekitar 400°F.
Minyak untuk Menumis

Menumis tidak akan membuat makanan renyah seperti menggoreng. Penggunaan minyak jauh lebih sedikit. Menumis juga membutuhkan suhu yang lebih rendah. Idealnya titik asap pada 350 ° F atau lebih rendah. Minyak sehat untuk menumis bisa gunakan minyak canola, dan minyak zaitun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya