Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lamborghini Memutuskan Tak Lagi Mengikuti Pameran Otomotif Berskala Besar. (Foto: Shutterstock)
Dream – Lamborghini memutuskan takkan lagi mengikuti pameran otomotif berskala besar. Sebagai gantinya mereka akan fokus kepada acara yang lebih kecil dan intim dengan konsumennya.
“ Kami memutuskan untuk meninggalkan pameran otomotif. Kami percaya hubungan yang intim dengan pelanggan adalah kunci. Pameran otomotif tidak lagi sejalan dengan filsafat kami,” kata Kepala Pemasaran dan Komunikasi Lamborghini, Katia Bassi, kepada Auto Car India, dikutip Kamis, 18 Juni 2020.
Produsen mobil mewah berlogo banteng tempur ini menilai pameran otomotif memang dikunjungi banyak orang. Mobil-mobil yang mereka tampilkan juga menjadi daya tarik setiap pamera yang berlangsung.
Namun pameran otomotif yang selama ini mereka ikuti tak pernah memberikan keterlibatan langsung bagi pengunjung. Umumnya pengunjung pameran otomotif jarang membeli kendaraan mereka. Sebagian besar pengunjung hanya ingin melihat sekilas model terbaru dan tak berniat membeli.
Dengan keputusan tersebut, ajang Hypercar Sian FKP7 akan menjadi pameran otomotif terakhir yang diikuti Lamborghini.
Lamborghini diketahui memulai debutnya di ajang pameran otomotif Frankfurt pada September 2019 setelah peluncuran Huracan Evo Spyder di Paris, Perancis, dan Aventador SVJ Roadster di Jenewa, Swiss, beberapa bulan sebelumnya.
Bassi melanjutkan, perusahaan otomotif asal Italia ini akan menggelar peluncuran mobil baru ekslusif di tempat khusus dengan tur yang bersifat eksklusif.
“ Kami bisa mengundang klien, konsumen yang potensial, dan VIP untuk bergabung dengan orang-orang yang berpikiran sama dalam menghargai aspek berbeda dari merek Lamborghini. Lamborghini juga perlu mempertimbangkan pelanggan yang menginginkan ekslusivitas, personalisasi, dan kontak langsung dengan mobil dan personel kami,” kata dia.
Dream - Tak hanya pengacara, Hotman Paris Hutapea juga terkenal sebagai pemilik mobil mewah. Dari Lamborghini sampai Audi R8 keluaran 2009.
Bahkan, dia tak segan menyebut nominal pajak mobil yang dibayarkan setiap tahun.
Dikutip dari akun Instagram @hotmanparisofficial, Jumat 13 Maret 2020, ada unggahan video Hotman bersama host TvOne, Muhammad Rizki.
Keduanya berbincang-bincang tentang mobil mewah yang pengacara kondang itu. Rizki bertanya kepada Hotman tentang pajak kendaraan yang dibayar setiap tahun.
“ Nggak mungkin ada STNK kalau tak bayar pajak,” kata Hotman sambil memamerkan STNK Lamborghini miliknya.
Sang pembawa acara ini terkejut bukan main. Nilai pajak mobil berlogo banteng tempur itu harganya setara dengan satu unit mobil baru!
“ Oh, ya, ya, bener. Pajaknya Rp150 juta,” Rizki terheran-heran.

Nominal pajak yang fantastis itu membuat warganet berdecak kagum. Ada yang menyebut nilai pajak Lamborghini setara dengan satu unit Toyota Agya. Sekadar informasi, di pasaran, mobil murah ini dibanderol seharga Rp143 juta-Rp163 jutaan.
“ Pajak 1 Lambo sudah bisa beli 1 Agya di Indonesia. Mobil mewah sudah beribu, belum lagi rumah mewah, dan lain-lain. Tapi, Indonesia utangnya makin banyak, mantap jiwa,” tulis @jepta_ms.
“ Pajaknya setara Agya,” tulis @syamsulmillahwahyudi.
“ Hebat, Bang Hotman. Banyak orang kaya katanya punya mobil mewah. Tapi, nggak ada STNK alias bodong. Kalau nggak salah Bang Hotman pernah ngomong juga,” tulis @achmadt.dan.
Dream - Bayangkan Sahabat Dream pergi jalan-jalan dengan supercar. Semua sorotan pejalan kaki dan pengendara yang melintas pasti langsung tertuju pada mobil mahal kamu. Namun sebelum pamer, pastikan dahulu mesin kendaraan aman.
Tak mau dong ajang pamer kamu malah berakhir jadi bahan tertawaan orang karena supercar yang kamu tunggangi mogok di tengah jalan.
Kejadian pahit ini dialami seorang pengendara Lamborghini Aventador di Inggris.
![]()
Dikutip dari Metro, Kamis 26 Desember 2019, pemilik Lamborghini tak bisa menyalakan mesin saat hendak meninggalkan Department Store Harrods di Knighstbridge, Inggris.
Alhasil, mobil putih berlogo banteng tempur ini harus didorong seorang pria dan 2 petugas polisi wanita (Polwan) sejauh 100 meter ke jalan yang aman.
Saksi mengatakan peristiwa ganjil ini membuat orang-orang di sekitarnya tertawa. Pengemudi mobil terlihat malu dan tetap berada di dalam mobil.
“ Pengemudi tidak keluar dari mobil, tapi saya bisa melihatnya melalui windscreen dengan tangan dan kepalanya,” kata dia.
Sekadar informasi, Aventador seharga 250 ribu poundsterling (Rp4,53 miliar). Mobil ini bisa melesat dengan kecepatan maksimal 218 mil per jam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya