Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Photo : Instagram @ustadzabdulsomad_official
Dream- Salah satu kelebihan yang membuat Ustaz Abdul Somad populer di kalangan jemaahnya adalah isi tausiah yang dikemas dengan menarik. Ceramahnya dengan mudah dipahami berbagai lapisan masyarakat.
Kajian yang dihadirinya hampir selalu dipadati ribuan jemaah. Tak heran ustaz yang akrab disapa UAS itu memiliki banyak pengikut yang setia mendampingi di setiap ceramahnya.
Pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara itu kerap mengangkat berbagai macam masalah agama, terutama kajian hadis dan ilmu fikih. Tak jarang, ia juga mengambil tema kebangsaan.
Sama seperti kebanyakan masyarakat biasa, pria yang beberapa waktu lalu dikabarkan dekat Ayana Jihye Moon itu juga termasuk sosok yang gemar mengendarai sepeda motor. Meski telah menjadi ulama terkenal, hal itu tak lantas membuat UAS hidup bermewah-mewahan.
UAS beberapa kali ia tertangkap kamera sedang asyik berkendara dengan kuda besinya. Namun, tungangannya bukanlah motor Harley Davidson yang mewah melainkan motor bebek klasik kesayangannya.

Dilansir melalui channel YouTube Ustadz Abdul Somad Official, saat dirinya hendak mengunjungi Lembah Anai. Perjalanan panjang dari Bukittinggi ke Padang Panjang dilaluinya dengan motor klasik jenis Honda C70.
Motor yang kerap disebut 'Pitung' itu terhitung murah untuk model aslinya sebelum dimodifikasi, dibanderol dari harga 2 juta hingga sekitar 9 jutaan.
Tergantung tahun keluarannya pula. Motor dengan spesifikasi 70 CC itu bisa menghasilkan tenaga sebesar 4,5 kW dan pertama kali rilis tahun 1970-an.

Kesederhanaan Ustadz Abdul Somad semakin nampak jelas, selama berkeliling menikmati perjalanan panjang kala itu memilih mengenakan sandal jepit.
Dilengkapi rompi tebal dan baju koko andalannya. UAS begitu santai bersama seluruh rekannya menuju Padang Panjang.
Selain itu, saat berpapasan dengan warga, dia menyempatkan diri untuk menyalami dan melambaikan tangan pada anak-anak kecil yang bersorak dari kejauhan.

Sesampainya di lokasi, Ustadz Abdul Somad bersama para rekan langsung disuguhkan air terjun dan keindahan alam yang begitu indah. Sontan saja UAS turun dari bebatuan untuk mengambil wudhu.
Dia menutup perjalanan kala itu dengan menyampaikan nasihat yang begitu mengena di hati. Sekedar mengingatkan kembali untuk saling menjaga keseimbangan alam.
"Oleh sebab itu, kita diciptakan Allah SWT di alam semesta ini untuk memakmurkan, menjaga keseimbangan. Sebagai penyeimbang, supaya alam ini maju," ujar UAS.
"Monyet dari dulu hidup di belantara, tapi paling tidak dia tidak merusak. Sedangkan manusia dia bisa membuat gedung-gedung pencakar langit, hutan-hutan beton, tapi di sisi lain bisa merusak luar biasa," imbuhnya.


Kediaman Ustaz Abdul Somad atau yang dikenal dengan UAS di Pekanbaru tamapk sederhana. Rumah yang didominasi warna abu-abu muda dan tua yang saling bergradasi. Jauh dari kesan megah, semua perabotannya tampak sederhana pula.
Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal bagi Ustaz Abdul Somad bersama keluarganya tersebut memiliki pagar depan bercat putih.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS