Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr. Lawton Buktikan Olahraga Lari Sejauh 34 Km Sambil Pakai Masker Aman. (Foto: Cuplikan Video YouTube)
Dream - Seperti kita ketahui bersama, penggunaan masker sudah menjadi kewajiban di beberapa negara, termasuk negara tetangga Malaysia.
Penggunaan masker ini menjadi wajib atas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi penyebaran wabah Covid-19.
Namun, ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa memakai masker tidak wajib saat melakukan aktivitas fisik.
Alasannya, memakai masker saat olahraga dapat memengaruhi pernapasan dan kadar oksigen dalam tubuh seseorang.
Tetapi, seorang dokter asal London, Dr. Tom Lawton, berinisiatif untuk membuktikan bahwa memakai masker saat berolahraga tidak memengaruhi kesehatan.
Dr. Lawton yang bekerja sebagai petugas di unit perawatan intensif (ICU) di Bradford Royal Infirmary di Yorkshire, Inggris, ini telah berlari sejauh 34 km dengan menggunakan masker.
Dia juga memantau kadar oksigen dengan menggunakan oksimeter denyut yang mengukur tingkat saturasi oksigen dalam sel darah merah.
" Kadar oksigen dalam tubuh tidak pernah turun di bawah 98 persen meski di atas 95 persen merupakan batas yang dianggap normal," katanya.
Melalui cara ini, Dr. Lawton tidak hanya ingin membuktikan bahwa penggunaan masker ternyata aman untuk berolahraga.
Tetapi dia juga menggunakan kesempatan ini untuk menggalang dana di situs GoFundMe untuk bank makanan lokal.
Meskipun demikian, kita perlu berhati-hati. Apalagi kondisi cuaca juga berpengaruh pada kondisi tubuh seseorang.
Sumber: Lobak Merah
Dream - Baru-baru ini para peneliti menemukan virus corona di beberapa sampel sperma pasien Covid-19. Namun belum dapat ketahui secara pasti apakah virus Covid-19 dapat ditularkan secara seksual atau tidak.
Terlepas dari temuan itu, peneliti Harvard University menyarankan cara aman berhubungan intim di tengah pandemi Covid-19 bagi pasangan suami istri.
Tetapi, sebelum membaca artikel lebih jauh, perlu diingatkan bahwa ini bukan hasil penelitian mereka.
Saran ini dibuat peneliti Harvard University agar tetap bisa menyenangkan pasangan dengan aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19.
Peneliti Harvard mengingatkan agar tetap berhati-hati saat berhubungan intim di tengah pandemi Covid-19.
Kita tidak tahu apakah pasangan kita tertular atau tidak. Karena bisa saja pasangan kita pulang dari bepergian ke tempat yang masuk zona merah.
Ada peluang juga bahwa pasangan kita merupakan salah satu pasien OTG atau Orang Tanpa Gejala. Dia tak menunjukkan gejala tapi sebenarnya sedang sakit Covid-19.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kita hindari jika ingin mengurangi risiko tertular Covid-19 tapi tetap bisa menyenangkan pasangan.
Kedengarannya cukup merepotkan. Tetapi ini penting dilakukan jika ingin tetap aman dari Covid-19 tanpa mengurangi kemesraan bersama pasangan.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya