7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Terbuai_phangsanny
Dream - Desainer lokal, Phang Sanny, sangat kagum dengan pesona Sumba. Salah satunya tenun Sumba.
" Waktu itu saya pergi ke Sumba, melihat kain tenun terus begitu menyaksikan proses (pembuatannya) kagum banget. Kok bisa sampai sekeren ini," kata Pang Shanny di Fashion Show Lucky Trend & Terbuai, Royale Jakarta Golf Club, Selasa 19 Februari 2019.
Berawal dari rasa kekaguman itu, dia membuat sebuah karya yang dinamakan 'Terbuai'. Menurutnya, motif Sumba bukan sekadar tenun ikat, tapi memiliki kesan mistis, dan juga bergelora.
" Motif yang dipakai dari alam seperti batu, mozaik tanah, floral, dan animal," imbuh dia.

Foto: Koleksi Phang Sanny/Ratih Permata Sari
Meski demikian, dia tidak ingin menjual kain tenun Sumba asli karena ingin para penjual langsung membelinya pada pengrajin. Phang Sanny memilih menggunakan katun asli dengan motif tenun Sumba printing.
" Saya mau penjual langsung ke pengrajin biar untungnya semua langsung didapatkan oleh penenun," katanya.

Foto: Koleksi Phang Sanny/Ratih Permata Sari
Busana karya Phangsanny dirancang ke dalam siluet seperti loose, kimono, body fit, terkesan ringan dan tetap elegan, dan sebisa mungkin bisa digunakan untuk semua ukuran.
Untuk pemilihan warnanya, Phang Sanny memilih warna-warna alam yang tidak menggunakan bahan kimia.
Sebagai usaha untuk membantu para pengrajin mempromosikan tenun Sumba, dia hanya memproduksi secara terbatas untuk satu motif tenun Sumba.

Foto: Koleksi Phang Sanny/Ratih Permata Sari
" Saya berkomitmen saya harus tetap membeli tenun untuk mendukung pengrajin tenun, makanya cuma memproduksi 30 potong," tambahnya.
Laporan: Ratih Permata Sari
Baca Juga: Trik Pakai Lipstik Merah Agar Tidak Norak Jangan Mati Gaya, Ini Tips Tampil Trendi di Musim Hujan Tas Kulit Kesayangan Basah Kuyup, Ini Trik Merawatnya 5 Fashion Hacks Agar Pakaian Tetap Terawat Gaya Busana Playful Brisia Jodie, Gemas Banget! Kaki Bebas Lembap dan Bau dengan Sepatu Rajut
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?