Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makanan Beku/ Foto: Shutterstock
Dream - Jepang sangat dikenal dengan hidangan otentiknya yang menyebar ke seluruh dunia. Sebut saja sushi, ramen, takoyaki, udon, dan masih banyak lagi. Hidangan Jepang identik dengan penyajian yang detail dengan bahan berkualitas.
Kelezatan makanan khas Jepang memang tak diragukan lagi dan bisa dengan mudah diterima oleh banyak masyarakat negara lain. Lalu bagaimana dengan warga Jepang sendiri, apa menu favorit mereka?
Tak terduga, ternyata bukan menu-menu populer khas Jepang yang disiapkan dengan matang, tapi makanan beku. Hal ini diketahui dari riset yang dilakukan Gurunavi Research Institute.
Tim dari Gurunavi mencari tahu ‘dish of the year’ atau hidangan favorit tahun ini masyarakat Jepang pada 2022. Frozen food menjadi makanan favorit pilihan masyarakat Jepang karena praktis,tidak memakan banyak waktu untuk mengolahnya dan dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.
Beberapa tahun belakangan, frozen food memang sangat populer. Menurut analisis Guruvi, frozen food atau makanan beku mewakili kondisi 2022 karena dinilai mencerminkan dan melambangkan iklim sosial di Jepang’
Terpilihnya makanan beku sebagai ‘makanan pilihan’ tahun ini ada kaitannya dengan perubahan kebiasaan yang dilakukan dalam layanan makanan akibat Covid-19. Semenjak pandemi Covid-19, lebih banyak restoran di Jepang mulai membekukan hidangan karena meningkatnya permintaan konsumen untuk dibawa pulang.

Gurunavi juga memaparkan, meningkatnya minat pada bahan makanan beku karena bisa membatasi pemborosan makanan. Diprediksi bahwa makanan beku akan menjadi bagian penting dalam budaya makan Jepang di masa depan.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: NextShark
Dream - Pizza seperti yang kita tahu merupakan hidangan klasik Italia yang terbuat dari adonan tepung dengan beragam taburan (topping) di atasnya. Biasanya berupa potongan keju, saus tomat dan sosis.
Pernah membayangkan adonan pizza diganti dengan beras? Pizza Hut Jepang membuat sebuah inovasi pizza terbuat dari nasi bernama " Gohan Pizza" . Terbuat dari beras, menu ini hanya dirilis di Jepang saja.
Dalam satu box pizza Gohan, dibuat untung satu orang. Terdiri dari 3 pizza berukuran mini dengan diameter 7.5 cm, kentang goreng, dan dua nugget ayam. Setiap pizza terbuat dari bahan dasar 100% beras Jepang, dengan taburan keju Gouda, topping, dan saus spesial.

Pilihan menu pizza dari beras ada tiga yaitu Japanese Style Set, European Style Set, dan American Style Set. Untuk membuat menu tersebut, dikutip dari Soranews24, Pizza Hut menguji coba 30 jenis bahan.
Setelah melakukan uji coba akhirnya ditetapkan sembilan bahan utama untuk membuat " Gohan Pizza" . Menggunakan kombinasi pilihan bahan yang didesain untuk melengkapi keju, saus, dan adonan berasnya.
Menurut Pizza Hut, Pizza Gohan ini dikembangkan dengan maksud meningkatkan lagi konsumsi beras pada warga Jepang. Rupanya warga Jepang saat ini mengkonsumsi 40% beras lebih sedikit dari 50 tahun yang lalu. Pizza Hut bertujuan untuk mendukung industri beras yang sangat vital bagi Jepang.

Alasan lain dikembangkannya inovasi ini yaitu karena kenaikan harga gandum dan ketidakstabilan impor asing. Pasikan beras lokal Jepang tentunya lebih stabil, dengan tingkat swasembada domestik sekitar 100 persen.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Soranews24
Dream - Selama dua tahun terakhir, Jepang membatasi kunjungan dari negara lain karena pandemi Covid-19. Kini, pihak Kementerian Jepang kembali membuka perbatasan dan memungkinkan para turis untuk kembali datang.
Wisatawan dari negara lain akan diberikan identikan digital atau " C.O." . Identitas ini akan dipegang ketika tiba di Jepang dan melewati bea cukai. Fungsinya adalah untuk melacak jika kembali terjadi outbreak atau penularan Covid-19.
Hal yang unik adalah dari kartu tersebut juga dibuat aturan, wisatawan asing yang datang wajib mengonsumsi sushi. Sushi setidaknya disantap sekali setiap hari saat berada di negara itu.

Tujuan dari kebijakan baru tersebut menurut pemerintah Jepang, adalah untuk membantu menghidupkan kembali bisnis restoran dan pariwisata yang sangat terpukul karena pandemi.
“ Meskipun kami berharap orang asing akan menghabiskan waktu mereka menikmati budaya tradisional Jepang, pola hiburan mereka bisa sangat tidak terduga, dan sayangnya kami tidak bisa mengambil risiko," kata Udesho Chiga, perwakilan dari komite yang membuat “ C.O.”
Sushi dipilih karena sebagai industri kuliner dan juga entitas Jepang, terkena dampak yang sangat besar karena pandemi. Sebelumnya, sushi yang tidak terjual senilai miliaran yen membanjiri pasar dan memaksa banyak pembuat sushi tradisional gulung tikar.
Tak hanya aturan wajib makan sushi, tapi wisatawan juga diminta menaati aturan lain. Seperti, membeli sandal geta tradisional dan memakainya saat berada di luar setiap saat, termasuk membeli barang khas Jepang lainnya.
Toko yang berpartisipasi dalam program ini akan mudah dikenal wisatawan. Akan ada tulisan besar " COME ON US!!!" stiker di etalase toko serta maskot COME ON Japan.
Laporan: Amanda Putri Ivana/ Sumber: SoraNews
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya