Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi Tutut Atau Keong Sawah Yang Sudah Dimasak Dengan Bumbu. (Foto: Liputan6.com)
Dream - Sebagian orang mungkin sudah tak asing mendengar istilah hewan bernama tutut. Ya, hewan ini sebenarnya lebih dikenal dengan keong sawah. Pemilik nama latin Pila ampullaceal ini kerap dijadikan camilan. Bahkan penggemar makanan ini pun bisa dibilang cukup banyak.
Tutut diolah secara sederhana dengan bumbu tradisional yang membuat rasanya gurih dan lezat. Meski demikian, sejumlah orang cenderung menghindari makanan ini lantaran teksturnya yang kenyal hingga dianggap kurang menarik atau bahkan menjijikan.
Rupanya, tutut atau keong sawah ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat tutut untuk kesehatan didapat dari kandungan protein, kalsium dan fosfor di dalamnya.
Tak hanya itu, manfaat tutut juga didapat karena rendah kolesterol sehingga bagus untuk tubuh. Selain itu masih banyak manfaat tutut untuk kesehatan. Simak informasi selengkapnya berikut ini, dirangkum Dream dari berbagai sumber.
Manfaat tutut yang pertama adalah bisa membantu mengobati diabetes. Tutut atau keong sawah memiliki kandungan asam lemak omega 3, omega 6 dan omega 9. Semua kandungan itu berperan meningkatkan kemampuan terhadap sensitivitas insulin.
Penelitian menunjukkan mengonsumsi lemak tak jenuh bermanfaat menurunkan tingkat peradangan yang jadi pemicu diabetes.
Manfaat tutut juga dapat digunakan sebagai antiseptik alami untuk menyembuhka luka. Lendir pada keong sawah telah digunakan oleh orang jaman dulu untuk mengobati luka lecet dan berdarah.
Sahabat Deram hanya perlu mengoleskan lendir dari keong sawah ini ke kulit yang terluka menggunakan kapas.
Meningkatkan kinerja otak merupakan manfaat tutut yang tak boleh diabaikan. Hewan air yang satu ini mengandung omega-3 dan omega-6 yang berperan penting untuk perkembangan fungsi otak.
Selain itu, asam lemak ini juga baik untuk memelihara hormon, kulit, kuku, rambut, mencegah sel rusak, dan meringankan gejala sesak napas.
Kolesterol menjadi masalah yang kerap menghantui masyarakat. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung lemak jahat yang menyebabkan naiknya kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Sudah saatnya kamu mengurangi asupan makanan penyebab kolesterol. Selain itu kamu bisa membantu menurunkan kadar kolesterol yang berlebih dengan mengambil manfaat tutut atau keong sawah.
Kolesterol jahat bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular yang berbahaya bagi kesehatan. Kandungan asam lemak omega 9 dari tutut membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, mengurangi LDL, menjaga suasana hati dan menurunkan Alzheimer.
Manfaat tutut yang selanjutnya bagi kesehatan adalah mampu mengatasi penyakit ambeien. Menjadikan tutut sebagai makanan atau camilan efektif untuk pengobatan alternatif pada penderita ambeien.
Keong sawah atau tutut kaya akan protein. Mengonsumsi keong sawah yang tinggi protein sangat bagus pada masa pertumbuhan anak. Tak hanya protein, tutut juga kaya akan kalsium. Dari 100 gram keong atau siput air terdapat sekitar 210 milligram kalsium, sebanding dengan segelas susu.
Tak hanya bagus untuk kesehatan, manfaat tutu juga bagus untuk kecantikan dan kesehatan rambut. Kandungan omega-3 dari tutut berperan sebagai agen anti-inflamasi yang mampu mengatasi masalah rambut, seperti membantu pertumbuhan, memlihara folikel, meningkatkan elastisitas dan kekuatan, membuat tebal, serta meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala.
Manfaat tutut juga bagus untuk menjaga kesehatan kulit dan mengatasi jerawat. Lendir keong sawah digunakan oleh beberapa negara besar sebagai bahan produk perawatan kecantikan.
Karena lendir tutut ternyata bisa mengatasi jerawat meradang, membantu mengurangi kerutan, serta proses regenerasi kulit. Lendirnya memiliki sifat antiseptik dan antiradang sehingga baik dalam membersihkan area jerawat dari bakteri.
Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Meskipun memiliki banyak manfaat, tutut yang dikonsumsi secara berlebihan juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Tutut yang hidup di air dan berlumpur kemungkinan besar bisa menyebabkan cacingan. Sebab ia hidup di tempat tumbuhnya telur cacing, salah satunya jenis cacing schistosoma.
Cacing ini menyebabkan seseorang menderita diare berkepanjangan dan peradangan. Makan tutut berlebihan bisa menyebabkan mual dan muntah.
Dengan demikian, sebaiknya konsumsilah tutut sewajarnya saja agar mendapat manfaat yang baik bagi kesehatan. Itulah manfaat tutu dan bahaya mengonsumsi berlebihan bagi kesehatan.
Semoga artikel ini bermanfaat!
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?