Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Melihat perubahan yang terjadi pada diri mantan aktris cilik, Andriani Marshanda tidak sedikit yang melemparkan cibiran kepada wanita yang akrab disapa Chaca ini.
Tidak sedikit yang mengatakan dirinya mengalami gangguan mental, terlebih saat ibu satu orang anak ini ingin melaporkan sang ibunda, Rianti Sofian, ke pihak berwajib.
Video-video pengutaraan isi hati wanita kelahiran 10 Agustus 1989 ini pun beredar di youtube. Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan, dr. Tribowo SpKJ, Chaca diduga menderita Bipolar Disorder atau gangguan perubahan mood atau suasana hati yang sangat ekstrem.
" Kalau melihat video-videonya yang dari dulu itu yang nyanyi sambil berteriak kemudian perilakunya yang sekarang bisa saja dia pasien Bipolar Disorder. Untuk pastinya dia harus benar-benar diperiksa," ujar Tribowo saat dihubungi tim Dream.co.id, Senin 11 Agustus 2014.
Tribowo pun menjelaskan gejala-gejala yang dialami Marshanda mirip dengan pasien Bipolar Disorder. " Ini seperti siklus atau periode, bipolar itu penyakit kejiwaan atau mental dengan dua kondisi gembira dan sedih yang ekstrem. Dia (Chaca) perilakunya mirip dengan gejala Bipolar Disorder," kata Tribowo.
Penyakit yang datang secara periode ini menurut Tribowo bisa dikatakan berbahaya terlebih bila pasien tersebut berhenti mengonsumsi obat dan meninggalkan terapi.
" Pasien Bipolar Disorder harus dibantu dengan obat dan terapi, kalau tidak minum obat dan tidak konsultasi apalagi terapi maka penyakit tersebut akan kambuh," ujarnya.
Tribowo menyarankan agar lingkungan sekitar pasien Bipolar Disorder merangkul dan membantunya untuk menenangkan dan menciptakan lingkungan yang nyaman.
" Harus didukung untuk terus minum obat, diatur dengan baik suasana hatinya. Keluarga dan lingkungan sekitar harus membuatnya nyaman, jauhkan dari kondisi stres," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya