Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Obesitas (shutterstock.com)
Dream - Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan hal yang paling ditakuti setiap orang. Tak hanya merusakn penampilan, obesitas juga menjadi sumber dari berbagai penyakit mematikan.
Obesitas pada dasarnya dapat diatasi dengan mengubah pola makan dan olahraga. Namun jika sudah mengancam nyawa, bedah bariatrik terpaksa harus dilakukan.
" Kalau Indeks Masa Tubuh (BMI) sudah tinggi sekali di atas 40 kg/m2, satu-satunya jalan adalah dengan prosedur bedah. Kalau masih di bawah 27,5 tidak dianjurkan untuk bedah bariatrik," tutur Peter Ian Limas, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestive RSPI.
Berbeda dengan bedah kosmetik yang hanya memperbaiki penampilan, bedah bariatrik bekerja lebih dalam dan hanya digunakan sebagai solusi akhir bagi pasien obesitas.
Bedah bariatrik bekerja dengan mengatasi rasa lapar, memodifikasi saluran cerna dan profil hormon serta mengurangi penyerapan kalori. Namun perlu diingat bahwa bedah bariatrik tidak bisa menyelesaikan semua masalah.
" Ini bukanlah peluru emas, tidak bisa selesai tuntas persoalannya. Dietnya harus diketatkan pasca operasi. Tiga hari pertama hanya minum air putih, dua minggu kemudian minum susu dan dua minggu setelahnya makan makanan lunak," paparnya.
Selain diet, pasien juga harus berolahraga dan rajin konsultasi dengan ahli gizi. Pasien dapat memulai olahraga ringan seperti jalan cepat.

Meski dapat memangkas berat badan sebanyak 60-80 persen dalam kurun waktu 1 tahun, pasien dapat kembali obesitas jika tidak memperbaiki pola hidup.
Terdapat tiga jenis bedah bariatrik dengan prosedur dan keunggulan yang berbeda-beda. Kondisi tubuh pasien harus disesuaikan dengan tiap metode.

Seperti Sleeve Gastrectomy yang kurang cocok dilakukan bagi penderita kelainan lambung. Sebab, Sleeve menimbulkan efek samping berupa kenaikan asam lambung. Metode ini dilakukan dengan cara memotong lambung guna mengurangi lasa lapar.
" Yang paling efektif sebenarnya Gastric/Mini Gastric Bypass. Bypass lebih ideal karena berat badan lebih banyak 5 persen turunnya dan bertahan lebih lama. Pasca operasi juga lebih nyaman," kata Peter.
Metode Bypass sangat ampuh untuk mengatasi kecanduan makanan manis. Prosedur ini memiliki efek samping Dumping Syndrome, di mana pasien yang 'nakal' akan merasa kembung jika mengonsumsi gula dan karbohidrat berlebih.

Meski lebih efektif, metode Bypass terbilang cukup rumit. Dokter akan menyambung kerongkongan ke usus sehingga kerja lambung menjadi lebih sedikit dan mengurangi rasa lapar.
" Ada juga metode Duodenal Switch/Biliopancreatic Diversion yang memakai ring untuk mengikat lambung sehingga menahan lapar. Namun kurang efektif karena akan longgar dari waktu ke waktu dan pasien harus rutin check up," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam