Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Foto: Tenun Cipogoh/Dream.co.id-Ahmad Baiquni
Dream - Sebagai negara serumpun, Brunei Darussalam memiliki sejumlah persamaan dengan Indonesia. Salah satunya pada produk kain.
Brunei memiliki produk kerajinan yang cukup terkenal yaitu kain tenun. Produk ini mungkin sama dengan kain sejenis dari negara lain.
Tetapi, tenun Brunei rupanya memiliki beberapa keunikan tersendiri. Salah satunya, motif yang berbeda dengan wilayah lain.
" Mungkin kawasan Borneo seperti Serawak dan Sabah punya tenun, tapi motifnya berbeda dengan Brunei," ujar Asst. Sec. of Information Dewan Perniagaan dan Perusahaan Melayu Brunei (DPPMB), Haji Khairul Hazmi bin Haji Zaini, di ASEAN Lifestyle Week 2019, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 13 September 2019.
Beberapa motif khas Brunei yang membedakan dengan tenun dari daerah lain. Salah satunya adalah Beragi.
Ini merupakan motif dasar dari tenun Brunei. Coraknya cuma garis tebal dan tipis dalam dua warna berbeda.

Foto: Tenun Bragi/dream.co.id-Ahmad Baiquni
Uniknya, kain ini mengandung sifat pepakan. Jika dilihat sepintas, kain tampak mengkilat namun apabila diperhatikan lebih teliti akan muncul warna lain pada kain tersebut.
Jenis lainnya yaitu Kain Jong Sarat dengan motif bunga dan dedaunan. Motif ini merupakan khas Brunei dan tidak dimiliki daerah lain.

Foto: Tenun Jong Sarat/Dream.co.id-Ahmad Baiquni
Sedangkan yang menjadi produk andalan Brunei adalah Kain Cipogot. Kain ini memiliki motif perpaduan antara Beragi dan Jong Sarat namun memiliki warga lebih beragam.

Foto: Tenun Cipogot/dream.co.id-Ahmad Baiquni
Selain itu, Kain Cipogot tidak bisa sembarangan digunakan. Hanya untuk prosesi tertentu seperti pernikahan atau pertemuan resmi kerajaan.
" Biasanya digunakan untuk hantaran pernikahan," kata Khairul.
Untuk memiliki kain ini tidaklah mudah. Tenun ini hanya dapat dibeli di kawasan Brunei.
Pun jika ke Sabah atau Serawak, hanya dapat ditemukan tenun khas dua negara bagian Malaysia tersebut. Hal ini dijalankan dengan tujuan melestarikan kain tenun khas Brunei.
" Khusus untuk Kain Cipogot dijual pada kisaran harga 1.000 dolar Brunei (sekitar Rp10 juta)," terang Khairul.

Foto: Tenun Cipogoh/Dream.co.id-Ahmad Baiquni
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang