Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Batu ginjal merupakan endapan keras dari mineral yang dapat mengganggu fungsi penyaringan darah. Jika dibiarkan, batu dapat membesar dan berkembang menjadi jenis yang lebih berbahaya.
Staghorn stone adalah salah satu jenis batu ginjal yang berbentuk menyerupai tanduk rusa. Batu ini memiliki cabang-cabang yang terdapat di pelvis renalis dan mengisi dua atau lebih ruang ginjal sehingga membentuk gambaran seperti tanduk rusa.
Menurut data RISKESDAS 2013, prevalensi batu tanduk rusa ginjal di Indonesia adalah 0,6% dan lebih banyak dialami oleh pria usia 55-64 tahun dibandingkan wanita. Jenis batu ginjal ini juga tidak selalu disertai dengan gejala.
" Perbandingan laki-laki dan wanita yaitu sekitar 0,8 dan 0,4 persen karena saluran kemih pria lebih panjang dibandingkan dengan wanita. Selain itu bisa karena keturunan batu ginjal dari orang tua, asam urat tinggi, ada riwayat infeksi dan obesitas," ujar Dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), Ph.D di Jakartam Rabu 29 Juli 2020.
Teknik operasi untuk menghancurkan batu tanduk rusa ginjal di Indonesia kini dapat dilakukan tanpa radiasi. Teknik Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) ini dilakukan dengan luka operasi minim tanpa memerlukan sinar x-ray.
Teknik PCNL ini menggunakan Alken Telecopic Metal Dilator yang dapat digunakan berkali kali sehingga lebih ekonomis dari segi biaya. Sinar x-ray yang diganti dengan melakukan ultrasonografi (USG) dapat mengurangi paparan radiasi bagi pasien dan juga operator.
" Hal ini sangat berguna bagi pasien yang memang sensitif pada kontras, cairan yang digunakan untuk membantu memvisualisasikan struktur organ yang diperiksa. Pasien yang memiliki riwayat azotemia (peningkatan produk nitrogen di darah) juga dapat memilih prosedur ini, karena kontras dapat memicu azotemia," ujar Dr. Ponco.
Pembedahan dilakukan secara minimal untuk menghancurkan batu ginjal yang menggunakan jarum (needle) dan guidewire yang ditusukkan ke punggung pasien pada kulit dekat ginjal untuk mengakses ginjal dan saluran kemih bagian atas. Luka operasi pada teknik ini hanya sekitar 1 centimeter.
" Setelah akses tercapai saluran kemih dilebarkan dengan dilator dan dimasukan kamera untuk melihat struktur ginjal. Kemudian batu dihancurkan. Setelah semua batu dihancurkan, dilakukan pencitraan kembali apakah masih ada batu tersisa atau tidak," lanjutnya.
Pada pasien dengan penyakit ginjal polikistik, penggunaan teknik PCNL bisa memperkecil kemungkinan komplikasi karena prosedur tindakan yang lebih mudah. Pasien juga dapat pulih dengan perawatan 3-5 hari di rumah sakit.
Setelan melakukan tindakan PCNL, pasien dapat beristirahat di rumah selama seminggu dan kembali beraktivitas. Namun pasien segala jenis batu ginjal memiliki kemungkinan kambuh sebanyak 50 persen dalam 5 tahun ke depan.

" Dengan kita minum 2 - 2,5 liter air sehari kemunginan terkena batu kembali akan berkurang. Ada atau tidak adanya keluhan, pasien dengan riwayat batu ginjal harus rutin check up," lanjutnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya