Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Instagram @chaeyong.0
DREAM.CO.ID - Chaeyoung , salah satu personel TWICE mengumumkan beristirahat dari kegiatan bernyanyi hingga akhir tahun. Masalah kesehatan yang sedang diderita Chaeyoung membuatnya tak bisa mengikuti kegiatan grup Idol K-pop asal Korea Selatan itu untuk sementara waktu.
Kabar menyebutkan Chaeyoung mengidap sinkop vasovagal. Kondisi tersebut diketahui dari pernyataan resmi JYP Entertainment, agensi yang menaungi TWICE. Akun instagram @idolpop.id turut membagikan kabar prihatin ini.
" Chaeyoung baru-baru ini didiagnosis mengalami Vasovagal syncope, dan berdasarkan konsultasi medis, ia disarankan untuk menjalani masa istirahat. Setelah evaluasi tambahan, nasihat medis, dan diskusi mendalam, telah disimpulkan bahwa Chaeyoung membutuhkan waktu pemulihan lebih lanjut," begitu potongan pernyataan dari JYP Entertainment, akhir pekan lalu.
" Oleh karena itu, ia akan menangguhkan seluruh aktivitasnya hingga akhir tahun demi memprioritaskan kesehatan dan pemulihannya. Sesuai arahan medis yang menempatkan kesehatannya sebagai prioritas utama," sambungnya.
Kondisi Chaeyoung membuat penggemar khawatir dan bertanya-tanya mengenai penyakitnya.
Mengutip lamamn Halodoc, penyakit Sinkop Vasovagal adalah kondisi di mana seseorang bisa pingsan mendadak. Dilansir dari laman Halodoc, sinkop vasovagal terjadi ketika tubuh memberikan respons berlebihan terhadap pemicu tertentu, seperti berdiri terlalu lama, rasa nyeri hebat, kelelahan, dehidrasi, atau bahkan melihat darah.
Respons tersebut membuat detak jantung dan tekanan darah turun secara tiba-tiba, sehingga aliran darah ke otak berkurang dan menyebabkan seseorang pingsan. Sinkop vasovagal biasanya tak menimbulkan bahaya dan tak membutuhkan pengobatan.
Meski begitu, seseorang bisa saja mengalami luka selama kondisi ini terjadi. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan dari pemicu gangguan ini harus dilakukan secara serius.
Penyebab sinkop vasovagal ini terjadi karena bagian sistem saraf yang mengatur detak jantung dan tekanan darah tidak berfungsi akibat merespon berbagai pemicunya.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini antara lain, berdiri dalam waktu yang lama, terpapar panas secara berlebihan, melihat darah, diaambil darah dari tubuh, mengejan dengan keras seperti saat buang air besar.
Gejala utama pada umumnya yang dirasakan adalha pingsan. Meski begitu, beberapa gejala lainnya adalah mual, tubuh terasa hangat, wajah pucat, telapak tangan berkeringat, merasa pusing, dan penglihatan menjadi kabur.
Dengan meningkatnya kesadaran mengenai sinkop vasovagal, masyarakat diharapkan lebih memahami cara menanganinya dan tidak langsung panik saat kondisi ini terjadi di tempat umum.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya