6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Foto: Shutterstock
Dream - Menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim jadi hal yang harus dilakukan secara rutin. Terutama bagi perempuan yang sudah berumah tangga.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merawat organ kewanitaan, dan yang pasti harus aman. Salah satunya adalah totok V. Berbeda dengan spa V yang mengandalkan metode uap rempah-rempah, totok V dilakukan dalam bentuk penekanan pada titik tertentu.
Salah satu tempat yang menyediakan perawatan totok V adalah salon Moz5. Penasaran Seperti apa?
" Kita lakukan penekanan di daerah Miss V. Tapi karena termasuk aurat, tetap dilapisi dengan kain. Jadi jangan khawatir itu bakal buka-bukaan," kata Yulia Astuti, CEO & Founder moz5 di peluncuran Muslimah Beauty Parlour, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019.

Penekanan pada titik di sekitar Miss V dilakukan selama kurang lebih satu jam. Perawatan ini dapat melancarkan peredaran darah sehingga organ intim terasa lebih sensitif dan rapat.
Totok V dianjurkan bagi wanita yang hendak menikah dan sudah menikah agar hubungan suami istri terasa lebih harmonis.

Bukan hanya dari segi kepuasan, manfaat lain totok V adalah untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan.
" Kalau aliran darah Miss V lebih lancar, otomatis keputihan ikut terobati. Selain itu hubungan suami istri juga terasa lebih puas dan bergairah," ujarnya. (mut)
Dream - Membersihkan bulu tubuh alias waxing sangat umum dilakukan oleh wanita. Meski sakit, banyak wanita yang rela menyingkirkan bulu di kaki, tangan, ketiak, hingga area intim.

Salah satu cara populer untuk membersihkan bulu di area intim adalah brazilian wax. Metode ini dilakukan dengan cara mengoleskan lilin hangat dan menariknya memakai plester hingga bulu tercabut.
Dinda Derdameisya, Dokter Spesialis Aesthetic Gynaecologist, menyebutkan waxing di area intim boleh saja dilakukan.
" Sama dengan bulu ketiak, kalau di-waxing sampai habis enggak masalah asalkan tetap menjaga kebersihannya setelah waxing," tutur Dinda di acara launching Andalan Feminine Care, Jakarta, Rabu kemarin.

Higienitas organ intim harus dijaga dengan baik. Sebab usai waxing, kulit akan terbuka dan dapat memicu iritasi. Dinda menganjurkan untuk tidak memakai sabun di area intim terlebih dahulu setelah waxing.
Metode waxing justru dianggap lebih baik ketimbang mencukur bulu kemaluan. Selain aman, pastinya waxing juga lebih higienis.

" Lebih disarankan waxing, karena kalau cukur biasanya enggak tuntas sampai akar dan alatnya belum tentu higienis. Sisa rambut yang tidak tercukur akan lebih dekat ke kulit sehingga memicu dapat infeksi kulit kelamin," ujarnya.
Wanita juga harus merawat area intim agar tidak terjadi infeksi. Beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya mencuci dengan sabun khusus area intim, menghindari pakaian dalam ketat dan rutin mengganti pakaian dalam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
