7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Billfahrner.com
Dream - Akhirnya! Setelah sekitar satu abad melakukan penelitian, para ilmuwan Swiss berhasil mengungkap misteri lubang-lubang besar yang biasanya terdapat pada keju Swiss.
Setiap kita menyaksikan tayangan film kartun atau gambar di buku cerita atau mewarnai anak-anak, keju selalu digambarkan memiliki lubang-lubang besar tidak beraturan.
Lubang-lubang itu, menurut gambaran yang disuguhkan kepada kita saat masih kanak-kanak, konon karena gigitan tikus.
Berdasarkan penelitian sejak 1917 silam, seorang Amerika bernama William Clark mengatakan lubang-lubang itu disebabkan oleh karbon dioksida yang dilepaskan bakteri yang ada dalam susu pembuat bahan keju.
Namun para ahli dari Agroscope, pusat penelitian pertanian Swiss, mengatakan fenomena keju berlubang besar selama ini disebabkan oleh partikel jerami yang berjatuhan di ember penampung susu. Bukan bakteri seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Dan sesuai perkembangan zaman, lubang-lubang misterius di keju itu semakin mengecil atau bahkan hilang sama sekali. Hal itu karena susu yang digunakan untuk pembuatan keju diolah menggunakan cara modern.
" Ini karena ember tradisional yang digunakan selama pemerahan sudah tidak dipakai lagi," kata juru bicara Agroscope, Regis Nyffeler.
(Ism, Sumber: Emirates 24/7)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?