Teka-teki Misteri Batu Berjalan di Lembah Kematian Terpecahkan

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 26 Mei 2015 13:01
Teka-teki Misteri Batu Berjalan di Lembah Kematian Terpecahkan
Ini adalah salah satu misteri yang telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.

Dream - Misteri ini sudah berusia ratusan tahun. Sejumlah batu bisa berjalan, dalam arti yang paling harafiah, di hamparan gurun yang kemudian sohor dengan sebutan Lembah Kematian (Death Valley) di California, Amerika Serikat. Misterius, sebab yang kita tahu, batu itu senantiasa berdiam di tempat, jika tidak dipindahkan manusia. Lha, di situ, batu-batu itu bisa bergerak dan meninggalkan jejak yang panjang. 

Jangankan orang awam seperti kita, para ilmuwan juga tercenggang dengan femonea ini. Sejumlah ilmuwan kemudian melakukan penelitian. Ternyata " si batu yang berjalan" itu bukan hanya terjadi di negeri Obama itu, tapi juga terjadi di Laguna Altillo Chica, Spanyol dan sejumlah negara lain. 

Dan para ilmuwan Spanyol juga sudah berbilang tahun meneliti fenomena ini. Dan teka-teka yang berusia hampir seabad itu tampaknya bakal terjawab dari negeri itu. Para ilmuwan itu menyimpulkan bahwa batu-batu itu bisa berjalan lantaran ada bakteri super kecil di bawahnya. Batu itu bisa bergerak atas kerjasama angin yang berhembus dan bakteri di hamparan tanah itu.  

Para peneliti, yang datang dari Universitas Complutense di Madrid itu, memastikan bahwa angin yang berhembus saat badai musim dingin, menghasilkan arus yang dapat mendorong batu berjalan di atas permukaan tanah yang dipenuhi oleh mikroba.

Kemudian setelah air surut, jejak misterius akan tercipta di bagian bawah dasar laguna yang kering. Jejak dengan ujung depan sebuah batu itulah yang dipotret para ilmuwan dengan menyebar ke seluruh dunia. 

Sebelum kesimpulan dari Spanyol itu, sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat percaya bahwa selama musim dingin, lapisan es telah membungkus bagian bawah batu-batu di Death Valley dan ini membantu pergerakannya saat didorong oleh angin ketika musim kemarau datang. 

Tetapi para ilmuwan Spanyol menemukan hipotesis yang berbeda.

Sebuah tim ahli geologi dari Universitas Complutense di Madrid (UCM) telah menemukan bahwa batu-batu yang beratnya mencapai 7 kg juga bergerak di bagian dasar kering Laguna Altillo Chica di Lillo, Toledo, Spanyol).

Hasil penelitian tim yang dipublikasikan dalam jurnal 'Earth Surface Processes and Landforms' itu menyebut jejak yang ditinggalkan batu-batu di Laguna Altillo Chica sama dengan yang terdapat di Death Valley. Jejak bekas batu bergeser tersebut panjangnya bisa mencapai lebih dari 100 meter.

" Hipotesis kami, batu-batu itu bergerak selama musim dingin, ketika badai menghasilkan arus angin yang kencang. Angin tersebut mampu menciptakan arus air dengan kecepatan dua meter per detik. Inilah yang penyebab sebenarnya batu-batu itu bergerak," kata María Esther Sanz, salah satu peneliti kepada SINC.

Namun pergerakan batu karena dorongan angin itu juga mendapat 'bantuan' dari mikroba.

Sebuah kumpulan mikroba dari jenis cyanobacteria, ganggang bersel tunggal dan organisme kecil lainnya hidup di bawah laguna dan mengeluarkan zat yang bersifat licin. Sedimen licin yang dihasilkan mikroba tersebut bertindak seperti arena skating untuk batu.

Namun para ilmuwan Spanyol mengesampingkan kemungkinan bahwa lapisan es yang menyelimuti batu yang menggerakkan batu-batu, setidaknya dalam kasus Altillo Chica.

" Tempat ini dan laguna lain di daerah yang sama sangat asin dan jarang membeku (garam menurunkan titik beku air)," kata Sanz. (Ism)

Beri Komentar