Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Daily Mail/Corbis)
Dream - Sudah berapa banyak dari Anda yang saat makan di pesawat tidak bisa merasakan betapa enak atau lezatnya masakan yang dihidangkan. Ternyata hal itu adalah karena indera kita terganggu.
Ilmuwan di Cornell University, Amerika Serikat telah melakukan penelitian tentang mengapa saat kita terbang dengan pesawat, makanan manis menjadi terasa jauh berkurang rasa manisnya. Sementara makanan gurih rasanya semakin tambah enak.
Ternyata hal itu disebabkan oleh suara bising yang ditimbulkan mesin pesawat saat terbang.
" Penelitian kami menegaskan bahwa dalam lingkungan suara yang bising, indera pengecap kita terganggu," kata Robin Dando, asisten profesor ilmu makanan di Cornell University dikutip Dream dari Daily Mail, Senin 18 Mei 2015.
Dalam penelitiannya, Dando dan timnya mempelajari reaksi 48 relawan yang makan makanan manis dan gurih. Selama makan, ke-48 relawan itu diminta masuk ke ruangan bising dengan tingkat kebisingan 85 desibel, seperti dalam kabin pesawat.
" Kabin pesawat adalah lingkungan yang tidak biasa. Saat menikmati makanan, penumpang secara tidak sadar berada di kondisi yang sangat bising, bahkan lebih dari 85 dB yang oleh ilmuwan dianggap mengganggu indera pengecap," kata penelitian tersebut.
Hasilnya, Dando dan timnya menemukan bahwa lingkungan bising tidak memiliki efek pada makanan gurih, yang terdiri dari rasa asin, asam dan pahit. Justru kondisi tersebut membuat makanan gurih terasa lebih enak.
Sebaliknya, mereka yang makan makanan manis mengatakan makanannya menjadi jauh kurang manis.
Tim percaya efek tersebut mungkin disebabkan oleh saraf chorda tympani di telinga yang terganggu oleh suara bising pesawat. Saraf chorda tympani adalah saraf yang berhubungan dengan indera pengecap.
Dando berharap penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance ini, bisa membantu para ahli membuat rasa makanan di pesawat menjadi lebih baik, dengan memilih makanan yang sesuai dengan lingkungan yang bising.
Penemuan mengejutkan lainnya tentang efek suara bising dalam kabin juga diluncurkan Maskapai Penerbangan Jerman Lufthansa yang menyebutkan para penumpang minum lebih banyak jus tomat dan bir.
Jus tomat termasuk dalam jenis makanan gurih atau umami yang mengandung asam amino seperti glutamat. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang