Ilustrasi Mobil Listrik. (Foto: Shutterstock)
Dream – “ Penantang” Tesla dari Tiongkok, NIO, belum lama ini menjadi sorotan. Salah satu produk mobil listrik keluarannya mendadak mati.
Dikutip dari The Verge, Minggu 3 Februari 2019, mobil itu mendadak mati setelah pengemudi memperbarui perangkat lunak salah satu bagian mobilnya. Pengemudi dan perwakilan NIO sedang mengarungi lalu lintas di Beijing, Tiongkok.
Karena mobilnya mogok di tengah jalan, apalagi saat itu jalanan macet, pengemudi dan penumpang terjebak di mobil lebih dari sejam seperti diberitakan oleh South Morning China Post.
“ Petugas datang, satu demi satu, namun kami tak bisa membuka jendela,” kata perwakilan NIO yang terjebak di dalamnya.
Produsen otomotif meminta maaf atas insiden itu. Dikutip dari Bloomberg, perusahaan ini berjanji akan mengoptimalkan konfirmasi update software ke depannya.
Juru bicara NIO kepada The Verge mengatakan bahwa pengguna menerima pemberitahuan bahwa pengguna harus memarkir mobil di tempat yang aman. Sayangnya, pengguna justru melakukan upgrade ketika terjebak macet.
“ Pembaruan membutuhkan beberapa langkah, termasuk memasukkan kata sandi dan konfirmasi. Pengguna mencoba melakukan upgrade ketika terjebak macet,” kata juru bicara itu.
Sekadar informasi, NIO merupakan salah satu startup produsen mobil yang sudah mulai mengirimkan kendaraan. Model pertama perusahaan itu adalah SUV E8 yang mulai dikirim. Lebih dari 10 ribu mobil itu dikirim pada akhir 2018.
NIO juga diperdagangkan secara publik di Amerika Serikat. Perusahaan ini berencana untuk memboyong mobil listriknya ke Amerika Serikat beberapa tahun mendatang.(Sah)
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda