Halima Aden (Instagram @Halima)
Dream - Prestasi kembali ditorehkan oleh model berhijab Halima Aden. Usai menjadi model hijab pertama yang muncul di majalah Vogue dan Allure, kini Halima dinobatkan menjadi duta UNICEF.
Nantinya, wanita asal Somalia ini akan mengemban amata untuk meningkatkan kesadaran pentingnya melindungi anak-anak. Hal ini sejalan dengan pengalaman Halima sewaktu kecil.
Saat perang sipil di Somalia, keluarganya meninggalkan desa pada 1992 dan pindah ke pengungsian di Kakuma, Kenya.
Di usia 7 tahun, dia, ibu dan adik laki-lakinya pindah ke Amerika Serikat, lalu menetap di St. Cloud, Minnesota.

Halima cover majalah Teen Vogue 2018 (Instagram @halima)
Di sanalah model 20 tahun ini terdorong membuat kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri. Kemudian saat usia 16 tahun, Halima mengikuti kontes Miss Minnesota dan memiliki dua pekerjaan.
" Ketika saya masih di sekolah menengah, saya ingin bekerja dan tidak ingin bergantung pada siapa pun kecuali diri saya sendiri. Bagi saya itu adalah kebebasan," kata Halima dikutip dari Absnews.go, Kamis 5 Juli 2018.

Halima Aden (Instagram @halima)
Sebelumnya, Halima pernah berjualan oonsi (Dupa Somalia) mengelilingi pengungsian bukan untuk mendapatkan uang, melainkan makanan dan barang.
Kini, Halima menjadi model hijab pertama yang resmi bergabung dengan agensi model internasional IMG. Tentu, sebuah kehormatan baginya telah dinobatkan sebagai duta UNICEF.
“ UNICEF adalah duniaku,” tuturnya.

Halima Aden diundang salah satu stasiun tv (Instagram @halima)
Halima tidak tahu hidupnya di luar pengungsian bahkan tidak dapat membayangkannya. Menyadari betapa beruntungnya dia berhasil keluar dari pengungsian dan menjadi warga negara AS, dia mengatakan
" Negara ini telah memberi saya begitu banyak pelajaran hidup, kesulitan dan peluang luar biasa."
(ism, Laporan: Qonita Lutfia)
© Dream
Dream - Satu lagi kejutan datang dari model berhijab, Halima Aden. Vogue Inggris telah membuat sejarah dengan menampilkan Halima di sampul depannya.
Setelah terbit selama 102 tahun, untuk pertama kalinya mereka merilis seorang model berhijab. Dalam beberapa edisi, mereka mencoba berdiri paling depan menanggapi isu tentang keberagaman.
Dilansir dari Independent, sejak April tahun lalu Edward Enninful yang lahir di Ghana telah ditunjuk sebagai pemimpin redaksi yang baru. Enninful merupakan laki-laki pertama yang berhasil mencapai posisi tersebut.
Namun, pada bulan Januari tahun ini Vogue Inggris mendapat kecaman setelah menampilkan Nicole Kidman dan Margot Robbie di sampul depan. Di samping mereka, dituliskan pula sejumlah nama tokoh kulit putih terkemuka lainnya sehingga menciptakan kesan 'Era baru Hollywood'.

Dalam surat editor terbaru, Enninful memberikan penjelasan jika dia meyakini pentingnya keberagaman. Dipilih 9 model dalam sampul depan mereka pada edisi Mei, untuk menggambarkan 'Fronties baru' atau garis baru di bidang fashion.
Di antara para model, kehadiran Halima Aden sangat mencuri perhatian warganet. Perempuan berusia 20 tahun ini mucul sebagai model berhijab pertama di sampul depan Vogue Inggris, sejak majalah ini didirikan pada tahun 1916.
Enninful memberikan kesempatan pada masing-masing model untuk memperkenalkan diri ke dunia fashion dengan cara yang sangat signifikan.
" Salah atu hal positif yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, industri fashion merangkul konsep yang mendefinisikan seluruh kehidupan kerja saya: keberagaman," tutur Enninful.

" Ketika saya mengatakan keberagaman, saya ingin menjelaskan jika tidak hanya tentang hitam dan putih bagi saya. Ini adalah keberagaman di seluruh aspek, apakah itu ras, ukuran, latar belakang sosial ekonomi, agama, seksualitas. Itulah yang ingin saya rayakan dengan cover edisi ini," lanjutnya.
Aden bergabung dalam sampul majalah ini bersama sesama model, seperti Adut Akech, Radhika Nair, Yoon Young Bae, Faretta, Fran Summers, Vittoria Ceretti, Paloma Elsesser, dan Selena Forrest.
Aden dan Akech memiliki latar belakang yang sama. Mereka berdua lahir di kamp pengungsi Kakuma di Kenya.