Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Indonesia sedang dihadapi dengan tantangan dan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang terus bergejolak.
Beradaptasi kepada gaya hidup digital, seperti work from home, menjadi salah satu upaya untuk menghadapi kenormalan baru yang dilakukan masyarakat, agar tetap dapat melanjutkan kesehariannya.
Untuk itu, para pemimpin membutuhkan berbagai kiat inovatif dalam menjaga para karyawan agar tetap terhubung dan produktif di tengah banyaknya kesulitan.
Lalu bagaimana pemimpin dapat menyeimbangkan produktivitas selama situasi ini? Simak 3 upaya yang dapat dilakukan para pemimpin perusahaan untuk tetap menjaga efektivitas kerja dalam fase tatanan baru:
Tidak dapat bekerja dan bertemu secara tatap-muka akibat work from home, bukan berarti berhenti menjalin komunikasi dengan para karyawan.
Budaya kerja yang positif dan produktif sangat diperlukan oleh setiap karyawan.
Terlebih dalam situasi saat ini, saat ketika ketidakpastian mengenai Covid-19 dan berbagai perubahan mendadak terjadi. Semua itu turut menambah beban pikiran di tengah pekerjaan.
Gunakanlah berbagai platform komunikasi yang ada untuk sekedar menanyakan kabar karyawan, meminta pendapatnya, atau memberikan berbagai motivasi agar semangat dan produktivitas tetap terjaga.

" Melalui komunikasi yang baik, akan tercipta koloborasi yang baik. Dan dengan adanya kolaborasi yang baik, produktivitas di dalam perusahaan juga dapat semakin meningkat," jelas Fardi Yandi, pemilik media kreatif anak muda, Socio Kreatif dalam keterangan tertulis, Kamis 26 November 2020.
Memindahkan ruang kerja ke rumah bukan merupakan hal yang mudah bagi setiap karyawan.
Berbagai macam hambatan seperti keterbatasan perangkat, koneksi, serta suasana kerja yang kurang kondusif masih umum ditemukan. Jika alur kerja yang dilakukan masih konvensional seperti dahulu, hal ini justru akan menghambat produktivitas dari seluruh tim.
Para pemimpin di setiap bisnis maupun organisasi dapat meminimalisir hal ini dengan membangun alur kerja yang terstruktur dan mengoptimalkan interaksi antar tim. Penggunaan collaboration tools bisa menjadi solusi untuk dapat terciptanya alur kerja yang lebih baik.
Lark, sebagai all-in-one collaboration tools, memiliki berbagai macam fitur. Tak hanya itu, Lark dapat diakses secara real time, yang memungkinkan anggota tim dapat mengakses suatu dokumen pekerjaan secara bersamaan.
Karyawan juga bisa melakukan edit, review, hingga approval secara bersamaan.

" Melalui platform Lark, seluruh anggota tim dapat saling berkomunikasi dan berkolaborasi dari manapun layaknya berada di dalam kantor," ucap Joey Lim, Lark VP of Commercial Asia.
Kerjasama yang baik antar tim adalah kunci kesuksesan perusahaan. Selama ini salah satu cara yang biasanya dilakukan untuk memperoleh hal tersebut adalah dengan melakukan team-building.
Memanfaatkan teknologi seperti menonton, bermain games, mengadakan acara makan bersama dengan fitur video conference seperti Lark Meetings, juga bisa membentuk kegiatan team-building.

" Penting untuk setiap bisnis atau organisasi meluangkan sejenak waktu mereka, membuat team-building virtual agar karyawan dapat tetap terhubung dengan memaksimalkan digital collaboration tools, sehingga terhindar dari burn out dan kualitas bekerja dapat tetap terjaga," lanjut Fardi Yandi.
Meskipun terlihat sederhana, namun kegiatan seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai waktu istirahat sejenak agar dapat kembali produktif saat bekerja.
Menjalankan bisnis sembari menjaga karyawan tetap terhubung dan bekerja secara efektif di tengah pandemi memang bukan hal yang mudah, terlebih ditambah dengan adanya keharusan untuk beradaptasi secara virtual.
Komunikasi adalah kunci berjalannya perusahaan baik antar karyawan maupun antar karyawan dan perusahaan.
Mari jadikan tranformasi digital sebagai upaya membangun komunikasi yang efektif dan cara bekerja yang produktif dengan berbagai tips di atas.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya