Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pengajuan OMAI Di BPOM Meningkat Selama Covid-19
Dream - Kembali meningkatnya kasus Covid-19 membuat masyarakat semakin menjaga stamina tubuhnya dengan mengonsumsi obat herbal. Kondisi ini diakui telah mendorong pemesanan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) mengalami peningkatan tinggi.
Arianti Anaya, Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes menjelaskan, peningkatan kasus Covid-19 semakin menyadarkan masyarakat untuk mengonsumsi imunomodulator yang diproduksi dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia.
"Kalau pandemi ini berkepanjangan, tentu akan lebih bagus mengonsumsi obat herbal yang bahan bakunya dari dalam negeri," ujar Arianti dalam webinar Dialog Nasional bertema Kiprah 17 Tahun Obat Modern Asli Indonesia Fitofarmaka, Kamis, 24 Juni 2021.

Menurut Arinati, Indonesia memiliki banyak tanaman obat yang bisa diolah dan dikonsumsi. Khasiatnya dari tanaman tersebut sudah bisa dibuktikan dan tak kalah dengan obat kimia.
"Di Indonesia banyak tanaman obat, ada jumlah 15671, ini merupakan resep-resep kesehatan yang digunakan untuk obat," katanya juga.
Banyaknya obat herbal di Indonesia menjadi salah satu cara meningkatkan ekonomi para petani. Karena bahan baku yang didapat bersal dari negara sendiri.
"Ini juga meningkatkan ekonomi kita, dari hulu hingga hilir mendorong petani-petani kita," ucap dia.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani, menambahkan sejak pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia tahun lalu, permintaan obat modern asli Indonesia (OMAI) fitofarmaka imunomodulator meningkat signifikan.
Hal tersebut didorong oleh keinginan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap serangan penyakit.
"Ada peningkatan pengajuan berkas 35-40% untuk OMAI ini selama pandemi. Tugas Badan POM adalah mengawalnya mulai dari uji pra klinis, uji klinis dan memastikan semua proses produksinya memenuhi standar yang berlaku. Namun, kami kemudian membuat kebijakan relaksasi untuk mempercepat waktu perizinannya sehingga bisa cepat diproduksi dan dikonsumsi masyarakat," kata Reri.(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Berat Badan Naik Padahal Merasa Makan Sedikit? Ini 9 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?

Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan