BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Para peneliti telah menemukan antibodi yang diklaim dapat melawan berbagai varian virus SARS-CoV-2. Mereka telah memeriksa 12 antibodi dari pasien yang telah pulih dari Covid-19.
Penelitian ini melibatkan perusahaan Vir Biotechnology yang berbasis di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Antibodi tersebut menempel pada fragmen protein virus yang mengikat reseptor pada sel manusia.
Para peneliti pun menyusund daftar ribuan mutasi dalam domain pengikat beberapa varian SARS-CoV-2. Mereka juga membuat katalog mutasi dalam domain pengikat pada lusinan virus corona mirip SARS-CoV-2 yang termasuk dalam kelompok yang disebut sarbecovirus.

Salah satu antibodi yang bernama S2H97 lebih menonjol karena kemampuannya mematuhi domain pengikat yang diuji oleh peneliti. S2H97 atau disebut sebagai antibodi pan-sarbecovirus, mampu mencegah berbagai varian SARS-CoV-2 dan sarbecovirus lain.
“ Itu antibodi paling keren yang pernah kami jelaskan,” ungkap Tyler Starr, seorang ahli biokimia di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, Washington,
Pemeriksaan lebih lanjut terkait struktur molekul S2H97 ditemukan jika antibodi ini menargetkan bagian yang tidak pernah terlihat sebelumnya yang tersembunyi dalam domain pengikat.
Starr mengungkapkan, molekul yang menargetkan bagian domain pengikat ini dapat menghasilkan perlindungan terhadap banyak virus. Sehingga suatu hari nanti mungkin digunakan dalam vaksin pan-sarbecovirus.

Sebelas antibodi lainnya dapat mencegah berbagai varian virus namun semakin efektif antibodi memblokir masuknya strain SARS-CoV-2 maka semakin kecil kisaran virus yang dapat diikatnya.
Tim peneliti juga menemukan antibodi yang dapat menonaktifkan berbagai macam virus menargetkan bagian dari domain pengikat yang cenderung tidak berubah saat virus berevolusi.
Meskipun para peneliti tidak dapat menguji aktivitas antibodi terhadap virus yang tidak diketahui, Arinjay Banerjee, ahli virologi di University of Saskatchewan di Saskatoon menambahkan, perawatan dan vaksin pan-sarbecovirus akan membantu mempersiapkan dunia untuk melawan virus corona berikutnya yang berasal dari satwa liar ke manusia.
(Sumber: nature.com)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
