Peneliti: Lubang Cacing untuk Perjalanan Waktu Mungkin Nyata

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 2 September 2020 17:12
Peneliti: Lubang Cacing untuk Perjalanan Waktu Mungkin Nyata
Penjelajahan waktu dapat berlangsung dalam hitungan detik.

Dream – Para peneliti dari Universitas Princenton menggunakan mekanika kuantum untuk membuat teori tentang lubang cacing yang dapat digunakan oleh manusia.

Ide tentang lubang cacing terdengar seperti film fiksi ilmiah yang dapat membawa manusia melewati ruang dan waktu.

Tetapi dalam sebuah penelitian terbaru, para ilmuwan Iniversitas Princenton mengklaim lubang cacing ini dapat menjadi sebuah kenyataan.

1 dari 2 halaman

Memiliki ukuran yang besar

Ilustrasi© Pixabay.com

Para peneliti yang dipimpin oleh Juan Maldacena menjelaskan, “ Dari luar terlihat menyerupai lubang hitam bermuatan massa menengah. Ukurannya pun cukup besar.”

Ia juga menambahkan hanya butuh waktu singkat untuk melintasi ruang dan waktu. Namun terasa sangat lama bila dilihat dari luar.

“ Para penjelajah memperoleh faktor pendorong yang sangat besar saat melewati lubang cacing. Kami telah memperdebatkan hal ini dengan sangat jelas. Bahwa lubang cacing ada di antara ruang ambien yang dingin dan datar,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Belum menemukan mekanisme yang masuk akal

Namun para peneliti belum menemukan mekanisme yang masuk akal terkait terbentuknya lubang cacing tersebut. Mereka berpendapat bahwa itu adalah konfigurasi yang diizinkan oleh persamaan.

Ilustrasi© Pexels.com

Para peneliti mengatakan lubang cacing semacam itu memungkinkan penjelajah waktu melakukan perjalanan antara titik-titik terjauh dari bumi. Dan itu hanya berlangsung dalam hitungan detik.

“ Model ini memungkinkan lubang cacing yang cukup besar dapat dilintasi oleh manusia. Yaitu menggunakan gaya pasang surut. Seseorang dapat melakukan perjalanan kurang dari satu detik antara titik terjauh dari Bumi,” ungkap Juan.

“ Sedetik dalam lintasan lubang cacing, namun akan menjadi puluhan ribu tahun bagi orang yang melihatnya dari luar,” tambahnya kembali.

Profesor Stephen Hsu dari University of Oregon berkata, “ Butuh beberapa teknologi super canggih. Hingga manusia dapat melakukan hal ini dalam waktu dekat.”

(Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More