Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kanker payudara masih menjadi ancaman bagi perempuan. Menurut data World Health Organization (WHO), rasion kasus baru kanker payudara mencapai 12 persen dalam 1 tahun.
Menurut data The Global Cancer Observatory tahun 2020, kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker dengan persentase mencapai 9,6 persen.
Salah satu penyebab tingginya angka kasus kematian akibat kanker payudara karena rendahnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pemeriksaan kanker payudara secara klinis.

“ Di Indonesia sendiri rata rata ditemukan khususnya kanker payudara pada stadium lanjut, ini sekitar 70 persen,” jelas Ahli Onkologi dan Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), dr. Walta Gautama pada acara Uni-Charm Press Conference Pink Ribbon Campaign, Kamis 6 Oktober 2022.
Menurut Walta, pragnosis kanker payudara yang diketahui sejak dini dan masih dalam stadium awal umumnya masih baik. Namun bila baru diketahui di stadium lanjut, kemungkinan kondisi si pasien akan terus menurun.
Begitu pula ketika kanker payudara bisa dideteksi dini, tingkat kesembuhannya cukup tinggi yaitu 90 persen. Kondisi ini membuat setiap orang harus bisa mengupayakan agar dapat mendeteksi kanker payudara secara dini.
Faktanya, lanjut dr. Walta, tidak semua orang yang mengalami kanker payudara stadium awal memiliki gejala yang signifikan seperti benjolan besar yang kerap dikaitkan dengan kanker payudara.

“ Kanker pada stadium awal ini tidak bergejala, sehingga kebiasaan untuk deteksi dini berkala penting. Jadi jangan tunggu ada benjolan atau tidak atau luka atau tidak. Ketika ada nyeri tidak ada salahnya menghubungi tenaga kesehatan untuk ditindaklanjuti,” tambah dr. Walta.
Skrining kanker payudara adalah hal yang wajib dan penting dilakukan oleh setiap masyarakat untuk mendeteksi kemunculan kanker payudara sejak dini. Namun sejatinya skrining ini bisa dimulai dilakukan dengan cara yang mudah di rumah saja setiap bulannya.
“ Satu gerakan sederhana, simple, namun penting yakni gerakan SADARI dan ini harus secara berkala dilakukan pada hari ke 7- 10 setelah hari pertama menstruasi, atau tanggal tertentu untuk yang sudah Menopause,” tambah dr. Walta.
Meningkatkan literasi akan pentingnya gerakan ‘Periksa Payudara Sendiri’ (SADARI), Charm berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) meluncurkan slogan ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’.
Kolaborasi 3 pihak dengan tema penemuan kasus kanker payudara secara dini antara swasta, organisasi non pemerintah dan Kementerian kali ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia.
Selain itu, dengan donasi yang diberikan Charm kepada YKPI untuk mempenetrasikan gerakan SADARI, diharapkan dapat mendukung aktivitas Pink Ribbon di bulan Oktober yang diperingati sebagai bulan kesadaran kanker payudara, demi berkontribusi pada perwujudan 0 penemuan kanker payudara stadium lanjut yang dicanangkan oleh Kemenkes.
“ Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak di Dunia termasuk di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, diperlukan dukungan semua pihak termasuk dapat bergandengan tangan seterusnya dengan Pemerintah untuk mensosialisasikan gerakan SADARI,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Dr. Eva Susanti, S.Kp.,M.Kes pada kesempatan yang sama.

Pada kemasan produk Charm terdapat saran pelaksanaan SADARI pada hari ke 7-10 dari hari pertama menstruasi, untuk mendukung gerakan deteksi dini kanker payudara dengan mendukung penetrasi gerakan periksa payudara sendiri.
“ Charm mendukung ajakan periksa payudara sendiri setiap satu bulan satu kali setelah menstruasi, bertepatan dengan waktu penggunaan produk kami, melalui peluncuran slogan ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’, jelas Yuji Ishii selaku Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya