Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Serangan Alergi
Dream - Alergi terjadi ketika imunitas tubuh bereaksi terhadap suatu zat asing yang ada di sekitar tubuh seperti debu, serbuk sari, ataupun makanan tertentu. Untuk gejala yang muncul saat terjadi alergi sangat beragam.
Seperti kemerahan di kulit, bersin-bersin, ataupun sulit bernapas. Bila Sahabat Dream mengalami hal tersebut tentunya sangat tidak nyaman dan tersiksa. Lalu bagaimana zat alergi bisa masuk ke tubuh? Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, dalam webinar #IncidalUntukPejuangAlergi, Kamis, 06 Oktober 2022, memberi penjelasan.
Menurutnya, zat-zat asing yang dapat menimbulkan alergi (zat alergen) masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara. Hal tersebut membuat gejala yang muncul jadi berbeda.
“ Ada beberapa cara alergen masuk ke dalam tubuh, yaitu lewat inhalan (saluran napas), ingestan (saluran cerna), injektan (suntikan) dan kontak langsung dengan kulit. Respons pada alergi bisa berbeda-beda, tergantung dari sumber alergen dan bagaimana cara alergen itu masuk ke tubuh,” ujar Profesor Iris.
Reaksi alergi yang umum dijumpai bisa berupa alergi kulit seperti urtikaria / biduran dan alergi pernapasan berupa rinitis alergi. Di Indonesia, angka kejadian alergi berkisar antara 20% - 64%. Laporan Omnibus survey yang dilakukan Nielson 2005, mencatat gejala alergi yang umum dijumpai berupa alergi kulit dan rinitis alergi yang mencapai 24%3.
Gejala atau reaksi alergi memiliki tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari yang umum sampai yang parah (anafilaksis). Dari hidung gatal, berair, atau tersumbat, hingga muntah atau diare. Pada kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan bahwa alergi dapat menyebabkan reaksi yang fatal, bahkan mematikan.
“ Meskipun jarang terjadi, alergi dapat menyebabkan reaksi yang sangat parah, yang disebut anafilaksis atau syok anafilaksis yang dapat mengancam jiwa. Hal ini bisa menyebabkan gagal napas akut dan dalam beberapa kasus yang parah ditemukan edema laring akut, bronkospasme, hipotensi, sianosis dan syok,” ungkapnya.
Bagi kamu yang memiliki riwayat alergi penting untuk mengetahui pemicu utamanya. Usahakan untuk menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi. Profesor Iris juga menyarankan selalu menerapkan pola hidup sehat, olahraga dan mengonsumsi makanan sehat.
Bila memang gejala alergi yang para muncul, segera konsultasi dengan dokter. Kini ada juga obat pereda gejala alergi yang kini bisa dibeli tanpa resep dokter, Incidal-OD.
“ Salah satu keunggulan Incidal-OD® adalah kecepatan mula kerja obat yang bisa dicapai dalam 20 - 40 menit saja. Maksudnya, penderitanya akan merasakan redanya alergi setelah 20-40 menit mengonsumsi," kata Dr. Gunawan Purdianto, MA Manager & Medical Expert – GM PT Bayer Indonesia.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Dream - Lipstik, blush on, maskara, eyeshadow, dan kosmetik lainnya memang bisa membuat tampilan wajah jadi lebih segar, cantik dan menarik. Warna-warna cerahnya selalu membuat kita ingin mengoleksinya.
Bagi Sahabat Dream yang suka membeli kosmetik, mungkin ingin mencoba merek baru. Saat mencoba merek baru, penting untuk lebih waspada. Pasalnya kosmetik bisa memicu alergi.
Ada beberapa reaksi yang muncul saat formula pada kosmetik memicu alergi. Apa saja?
1. Muncul Ruam yang Tidak Biasa
Dermatitis kontak alergi, yang merupakan istilah medis untuk reaksi kontak dengan alergen, sebenarnya terlihat sangat mirip dengan penyakit eksim. Ciri-cirinya adalah ruam merah, gatal, kering, dan bersisik di area tempat memulas riasan. Dalam kasus ekstrem, reaksi alergi bahkan dapat menyebabkan bengkak.
2. Reaksi Muncul 24 Jam Kemudian
Reaksi alergi kadang tidak langsung muncul. Bisa bergantung pada sistem imunitas dari masing-masing orang. Pada paparan pertama, reaksi alergi muncul beberapa minggu kemudian. Umumnya, reaksi alergi kerap kali muncul 24 jam kemudian.
Bila terus menggunakan kosmetik yang sama, reaksi bisa muncul jauh lebih cepat dari sebelumnya. Jadi, jika ada perubahan setelah memakai sebuah kosmetik, artinya kulit tidak cocok dengan kosmetik tersebut.
3. Gejala Hilang Setelah Penggunaan Kosmetik Dihentikan
Langkah pertama untuk menghentikan ruam akibat alergi kosmetik adalah berhenti menggunakan produk yang menurut Anda menjadi penyebabnya. Misalnya, merasakan gatal atau timbul ruam pada daerah kelopak mata usai mengaplikasikan eyeshadow, hentikan penggunaannya.
4. Bibir Membengkak
Bibir yang gatal atau meradang bisa jadi adalah tanda Anda alergi terhadap kosmetik. Kosmetik seperti pelembap bibir, pasta gigi, tabir surya, obat kumur dapat menyebabkan gejala seperti ini. Tak hanya itu, bibir yang bengkak juga dapat menimbulkan gatal dan kering. Namun jangan khawatir, kondisi ini biasanya bersifat sementara.
Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya