Tidur Hanya 6 Jam dalam Sehari, Cukupkah?

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 6 Oktober 2022 17:12
Tidur Hanya 6 Jam dalam Sehari, Cukupkah?
Efek tidur begitu siginifikan pada fisik dan psikologis manusia.

Dream - Banyak penelitian menjelaskan pentingnya tidur bagi kesehatan tubuh. Tidur mempengaruhi hampir setiap bagian tubuh manusia, mulai dari meningkatkan konsentrasi hingga memulihkan sistem tubuh.

Kuantitas atau kualitas tidur yang tidak cukup, menyebabkan risiko masalah kesehatan seperti memori kerja yang buruk, bahkan depresi. Efek tidur begitu siginifikan pada fisik dan psikologis manusia.

“ Tidur adalah salah satu fungsi dasar yang sangat penting karena ketika kita terjaga sangat menghabiskan energi, dan sangat membuat stres,” kata Sara Mednick, Ph.D., seorang peneliti di Mednick Sleep and Cognition Lab di University of California.

Kurang tidur atau ketika tidur tak berkualitas akan berdampak signifikan pada memori dan kecerdasan emosi. Berbagai penelitian telah mengaitkan kurang tidur dengan memori kerja yang buruk. Kualitas dan durasi tidur juga terkait dengan kecerdasan emosional, menurut sebuah studi tahun 2022.

 

1 dari 7 halaman

Insomnia dan Depresi

Insomnia berkorelasi dengan kemungkinan lebih tinggi terkena depresi. " Otak di malam hari ketika tidur pada dasarnya seperti membilas toilet dan membiarkan semua hal buruk dan kotoran pergi," kata Mednick.

Kualitas tidur yang baik adalah tidur malam tanpa gangguan yang berdurasi 7-8 jam. Ketika tidur kurang dari durasi tersebut, terdapat dampak yang diakibatkan terutama jika terjadi selama berlanjut.

Efek Stres Ternyata Lebih 'Menghantam' Otak Perempuan© MEN

Mengapa 8 jam? Hal ini didukung oleh sejumlah penelitian. Juga terdapat studi yang mendukung pernyataan tersebut, bahwa dari 10.000 peserta, orang yang tidur 8 jam unggul dalam latihan kognitif dibandingkan orang yang mendapatkan jam tidur kurang atau lebih dari jam tersebut.

 

2 dari 7 halaman

Tidur 6 Jam

Saat jam tidur kurang dari 8 jam, berpikir cepat dan refleks adalah hal yang langsung berkurang. Semakin sedikit tidur, waktu refleks semakin lama.
Berdasarkan peneilitan yang dilakukan David Dingers, Ph.D., kepala divisi Sleep and Chronobiology di University of Pennsylvania School of Medicine, orang yang tidur enam jam atau kurang kinerjanya mereka menurun.

Kinerja Vaksin Lebih Optimal Jika Tidur Berkualitas© MEN

Aspek kognitif yang menguji kewaspadaan dan kemampuan mereka untuk bernalar, berkomunikasi, dan mengingat juga berkurang. Tidur 6 jam semalam juga dapat membahayakan fisik karena meningkatkan risiko kecelakaan mobil sebesar 33%. Selain itu, tidur 6 jam semalam dapat mengurangi metabolisme tubuh dan membuat diri lebih egois.

 

3 dari 7 halaman

Tidur 4 jam

Semakin sedikit jam tidur, maka semakin pendek durasi yang untuk berfungsi dengan cukup baik. Berdasarkan penelitian Dinges, mereka yang tidur hanya 4 jam hasilnya lebih buruk dibanding orang yang tidur selama 6 jam berdasarkan tes kognitif yang dilakukan.

Carilah Tidur Berkualitas Kalian Mulai Dari Sekarang!© MEN

Tidur hanya dengan 4 jam tiap harinya akan menyebabkan penuaan pada otak sekitar 8-9 tahun. Kerusakan yang diakibatkan kekurangan tidur juga mungkin tidak dapat diubah, sehingga bisa menyebabkan lebih sering sakit.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Fatherly

4 dari 7 halaman

5 Pemicu Level Energi Rendah, Bangun Tidur Malah Lemas

Dream - Semua orang pasti pernah merasakan lelah dan energi yang terkuras. Seringkali kondisi tersebut menghambat aktivitas sehari-hari. Merasa sudah tidur seharian, tapi setelah bangun tubuh tetap terasa lelah dan lemas.

Terdapat beragam penyebab di balik energi tubuh yang berfluktuasi. Untungnya, ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatur tingkat energi. Dengan menambah dan mengubah rutinitas harian dapat mempengaruhi tingkatan energi yang dirasakan.

Berikut beberapa hal yang mungkin tidak kamu tahu mengenai energi pada tubuh.

Alergi
Alergi, khususnya rinitis alergi, rupanya dapat menyebab berkurangnya energi pada tubuh. Rinitis alergi yang berhubungan dengan hidung tersumbat dan mata gatal seringkali menjadi penyebab orang merasa lesu. Untuk mengatasinya, bisa minum obat pereda alergi yang dapat meredakan hidung tersumbat. Serangan alergi membuat tidur tak nyenyak saat malam hari dan ketika bangun terasa lemas.

 

5 dari 7 halaman

Gangguan tidur

Jika kamu merasa lelah walaupun mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka kemungkinan kamu tidak mendapatkan tidur yang nyenyak. Hal ini bisa disebabkan gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, narkolepsi, dan restless leg syndrome (RLS).

Ilustrasi pusing sakit kepala hijaber© (Foto: Shutterstock)

Gangguan tidur seperti sleep apnea menghambat pernapasan pada saat tidur. Pada sejumlah kasus, pengidapnya mungkin memerlukan bantuan tidur dengan mesin continuous positive airway pressure (CPAP) yang memasok aliran udara yang stabil untuk menjaga saluran udara agar tetap terbuka.

 

6 dari 7 halaman

Kurang olahraga

Olahraga dapat meningkat energi pada tubuh. Hormon adrenalin yang dikeluarkan tubuh memberi sinyal pada tubuh untuk mengabaikan rasa sakit dan lelah sambil meningkatkan aliran darah ke otot. Hal ini yang menyebabkan tubuh mendapatkan energi.

5 Minuman Terbaik Setelah Olahraga, Kaya Elektrolit dan Nutrisi© MEN

Kekurangan vitamin D
Kekurangan kadar vitamin D biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Menurut sebuah penelitian, orang yang memiliki tingkat vitamin D yang lebih rendah melaporkan rasa lelah yang lebih dibanding mereka yang mendapat cukup vitamin D. Selain itu, studi lain juga mengatakan bahwa vitamin D dapat mempengaruhi regulasi tidur.

 

7 dari 7 halaman

Makanan kurang berkualitas

Makanan yang dikonsumsi menentukan energi yang ada pada tubuh. Sumber karbohidrat seperti gula, buah, sayur, serat, dan kacang-kacangan merupakan sumber energi yang diperlukan tubuh.

Yuk Buat Sup Bakso Sayuran `Warna-Warni`© MEN

Karbohidrat sederhana seperti permen, soda, jus, dan sereal dapat meningkatkan energi dengan cepat namun memungkinkan terjadinya penurunan secara tiba-tiba. Sementara karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan beras merah dapat meningkatkan energi tubuh sepanjang hari. Selain itu, makanan berlemak jenuh tinggi seperti daging, mentega, keju, es krim, dan goreng-gorengan dapat menyebabkan kantuk di siang hari.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Health

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More