Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengonsumsi Makanan Manis. (Source: Shutterstock)
Dream - Banyak dari kita menyukai makanan dan minuman manis, seperti cake, minuman boba, serta camilan atau jajanan lainnya. Mengonsumsi makanan manis bisa meningkatkan suasana hati dan membuat kita lebih berenergi.
Tapi lain halnya jika gula yang dikonsumsi berlebihan. Apalagi, jika sumber pemanis berasal dari gula olahan dan bukan berasal dari bahan alami seperti buah-buahan. Bagian pertama yang akan mendapat akibat dari kebiasaan buruk ini adalah kesehatan tubuh.
Lovneet Batra, seorang ahli gizi melalui unggahan Instagram @nutrition.by.lovneet mengungkapkan alasan mengapa harus berhenti mengonsumsi asupan gula terlalu banyak untuk menjaga kesehatan. Berikut penjelasannya dilansir dari Food.ndtv.com.

Foto: Shutterstock
Gula bisa menyebabkan peradangan dan merusak mikrobioma usus. Ini disebabkan oleh banyaknya bakteri kurang baik dan patogen di dalam usus yang bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi akan membuat tubuh kurang berenergi serta lonjakan gula darah. Lonjakan gula darah ini akan membuatmu merasa lapar lebih cepat dan makan lebih banyak makanan.
Imunitas yang Lebih Baik
Peradangan yang disebabkan oleh konsumsi gula terlalu banyak dapat melemahkan respon imunitas tubuh. Sehingga, tubuhmu akan lebih rentan terhadap penyakit, terutama pilek dan flu.

Foto: Shutterstock
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan dan gula tinggi dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Hal tersebut juga bisa menyebabkan jerawat dan rasa gatal pada kulitmu.
Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan sitokin yaitu molekul inflamasi yang dapat menyebabkan risiko berbagai penyakit.
Peningkatan Fungsi Hati
Hati merupakan organ yang berfungsi untuk memetabolisme gula dengan cara yang sama seperti alkohol dan mengubah karbohidrat makanan menjadi lemak. Sehingga, makan terlalu banyak gula dapat menyebabkan NAFLD (penyakit hati berlemak non-alkohol), suatu kondisi di mana lemak berlebihan menumpuk di hati.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya