Pfizer Ungkap Dosis Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Kurang Efektif

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 1 Maret 2022 17:47
Pfizer Ungkap Dosis Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Kurang Efektif
Efektivitasnya hanya 12% selama lonjakan Omicron akhir 2021 lalu hingga Januari 2022.

Dream - Sejak beberapa bulan lalu, anak usia 5 hingga 11 mulai mendapatkan vaksin Covid-19. Salah satu perusahan yang membuat vaksin Covid-19 untuk anak usia tersebut adalah Pfizer.

Hingga kini efektivitas vaksin tersebut untuk anak masih terus dilakukan uji klinik agar mendapatkan hasil penelitian yang detail. Rupanya dari hasil penelitian terbaru, vaksin produksi Pfizer dan BioNTech memberikan perlindungan yang sangat sedikit untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun selama gelombang infeksi omicron di New York.

Departemen Kesehatan Negara Bagian New York menemukan bahwa efektivitas vaksin Pfizer terhadap infeksi Covid menurun dari 68% menjadi 12% untuk anak-anak dalam kelompok usia tersebut selama lonjakan omicron dari 13 Desember hingga 24 Januari. Perlindungan terhadap rawat inap turun dari 100% menjadi 48% selama periode yang sama.

Studi ini belum memasuki tahap peer review, standar emas akademik. Karena urgensi kesehatan masyarakat dari pandemi, para ilmuwan telah menerbitkan hasil studi mereka sebelum peninjauan tersebut.

 

1 dari 5 halaman

Tim pejabat kesehatan masyarakat yang melakukan penelitian mengatakan penurunan signidikan dalam efektivitas vaksin di antara anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun kemungkinan karena dosis yang lebih rendah yang mereka terima. Anak-anak dalam kelompok usia ini diberikan dua suntikan 10 mikrogram, sedangkan anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun menerima suntikan 30 mikrogram.

Para peneliti juga membandingkan anak berusia 11 dan 12 tahun selama akhir pekan yang berakhir 30 Januari. Mereka menemukan efektivitas vaksin turun menjadi 11% untuk kelompok dosis rendah tetapi menawarkan perlindungan 67% kepada kelompok yang menerima dosis lebih tinggi.

“ Mengingat hilangnya perlindungan terhadap infeksi dengan cepat, hasil ini menyoroti pentingnya perlindungan berlapis, termasuk pemakaian masker, bagi anak-anak untuk mencegah infeksi dan penularan,” tulis pejabat kesehatan masyarakat dalam penelitian tersebut.

 

2 dari 5 halaman

Untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun, efektivitas vaksin terhadap infeksi turun dari 66% menjadi 51% dari Desember hingga akhir Januari. Perlindungan terhadap rawat inap turun dari 85% menjadi 73% untuk remaja selama periode yang sama.

Data tersebut muncul saat New York City berencana untuk mengakhiri mandat masker sekolah pada 7 Maret, dengan California melakukan hal yang sama empat hari kemudian. Pemerintah negara bagian melonggarkan mandat dan pembatasan karena infeksi Covid menurun secara dramatis setelah varian omicron melanda negara itu pada bulan Desember dan Januari.

Sumber: CNBC

3 dari 5 halaman

Perlindungan Vaksin Booster Covid-19 Berkurang Setelah 4 Bulan

Dream - Penularan Covid-19 varian Omicron sedang mencapai puncaknya di Indonesia. Angka kasus positif kembali naik drastis dan sejumlah RS Covid-19 kembali kebanjiran pasien.

Untuk menekan hal ini, seluruh masyarakat yang sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis penuh, dan melewati durasi selama 6 bulan, disarankan untuk melakukan booster. Vaksin booster ini diberikan di banyak layanan kesehatan milik pemerintah dan swasta.

Sudah vaksin dan booster, tentu saja protokol kesehatan tak boleh kendor. Perlu diingat vaksin tak bisa melindungi sepenuhnya dari penularan, hanya bisa membuat gejala jadi lebih ringan.

Fakta lainnya adalah vaksin booster Moderna dan Pfizer yang diberikan setengah dosis efektivitasnya akan menurun setelah 4 bulan. Menurut peneliti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS), dua bulan setelah menerima booster, vaksin masih efektif 87 persen mengurangi kunjungan gawat darurat dan 91 persen menurunkan rawat inap.

 

4 dari 5 halaman

Data diambil selama varian Omicron mendominasi penyebaran di Amerika Serikat. Sayangnya setelah 4 bulan usai suntikan dosis booster, efektivitas turun menjadi 66 persen untuk kunjungan UGD dan 78 persen terhadap rawat inap. Studi tersebut telah diterbitkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report CDC.

Seberapa Efektif Dampak Vaksinasi Dalam Melawan Virus Covid-19?© MEN

Dalam studi itu, para peneliti mengamati 241.204 kunjungan emergency dan 93.408 kasus rawat inap di sepuluh wilayah AS, dari Agustus 2021 sampai Januari 2022.

Dalam jumlah tersebut, sekitar 10 persen telah menerima vaksin booster dan sebagian besar yang dirawat inap berusia di atas 65 tahun. Laporan tersebut tidak mengevaluasi variasi penurunan kekebalan berdasarkan usia, kondisi kesehatan yang mendasari, atau status immunocompromised dari pasien yang dirawat karena COVID-19.

 

5 dari 5 halaman

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan efektivitas vaksin dan booster memang dapat berkurang seiring waktu. Senada dengan hal tersebut, dr. Theresia Rina Yunita mengatakan memang setiap vaksin dapat mengalami penurunan efektivitas seiring waktu. Namun, bukan berarti booster tidak dibutuhkan atau tidak bekerja dengan baik.

“ Vaksin booster Pfizer/BioNTech dan Moderna COVID-19 dikatakan kehilangan efektivitasnya setelah empat bulan, tetapi masih berhasil mencegah kunjungan emergensi atau rawat inap rumah sakit selama gelombang Omicron,” ujar dr. Theresia.

Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter.

Beri Komentar