4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi (Foto: Khaleej Times)
Dream - Bulan Ramadan dapat menjadi momentum yang tepat berhenti merokok. Sebab, perokok dipaksa tak menghisap rokoknya selama rata-rata 12 jam. Ini menjadi kesempatan bagus untuk berhenti merokok selamanya.
Menurut kebanyakan dokter, ada beberapa efek terjadi pada tubuh perokok selama 12 jam tak merokok. Enam jam pertama sejak terakhir merokok, detak jantung akan melambat. Setelah 12 jam, tubuh akan terbebas dari nikotin.
Setelah sebulan, tekanan darah akan membaik. Sistem kekebalan tubuh akan memulihkan diri dari dampak rokok.
Pada blog pribadi dokter Rumah Sakit Medeor, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Dr Puthavadathayil Mohamed Shamsudden menyebutkan langkah penting agar berhasil berhenti merokok terjadi saat Ramadan.
Dr Shamsudden menyarankan seorang perokok yang berhenti merokok agar menghindari orang yang merokok. Langkah ini, kata Shamsudden, untuk menghindari godaan kebiasaan merokok.
" Jika seseorang berbuka puasa dengan perokok, pertimbangkan untuk segera meninggalkan meja dan berjalan-jalan atau menuju ke masjid untuk sholat, alih-alih menyalakan sebatang rokok," kata Shamsudden di laman Khaleej Time, Rabu, 31 Mei 2017.
Selain itu, bagi banyak perokok, makanan dan minuman tertentu biasanya terkait dengan kebiasaan mereka. Selama bulan puasa ini, perokok harus mempertimbangkan minuman dan makanan alternatif yang secara mental tidak memunculkan keinginan untuk merokok.
" Pada makanan berbuka puasa, pertimbangkan untuk mengisi perut Anda dengan sup dan air, daripada terlalu banyak mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat," ucap dia.
Kemudian di malam hari, dia menyarankan untuk menyantap sayuran, buah-buahan atau kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein dan serat tinggi. Olahraga juga dapat membantu mengurangi gejala keinginan merokok.
Selain berguna bagi kesehatan, puasa juga dapat menjadi penyelamat demi menurunkan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan bahkan penyakit ginjal.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
