BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Tak Jarang Masyarakat Cenderung Berbelanja Online Selama Ramadan.
Dream – Bulan Ramadan menjadi momen meningkatnya belanja masyarakat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Seiring perkembangan dunia maya, masyarakat Indonesia kini semakin banyak melakukan belanja online untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran.
Sebuah platform online, JakPat merilis hasil riset terbaru. Kegiatan riset ini berlangsung secara online menggunakan mobile app khusus yang bisa diakses melalui sistem perangkat android dan iOS pada 12-17 Juni 2017.
Dari 1.000 responden asal 34 provinsi, ditemukan sebanyak 65 persen responden berbelanja 1-2 kali selama bulan Puasa. Generasi kekinian menjadi orang yang paling banyak berbelanja online.
Corporate Relation JakPat, Ainun Habibah, mengatakan penggunaan internet yang tinggi di Indonesia menyebabkan perilaku belanja masyarakat berubah. Mereka kini cenderung menggunakan situs dan aplikasi belanja online.
“ Kebiasaan ini turut mempengaruhi pilihan metode belanja masyarakat di bulan Ramadan dengan lebih mengutamakan kepraktisan dan kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan e-commerce di Indonesia,” kata Ainun melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis, 6 Juli 2017.
Ainun melanjutkan lebih dari 94 persen responden menyebut ada tiga aspek utama pertimbangan belanja online saat Ramadan. Tiga aspek tersebut yaitu variasi produk yang ditawarkan, promosi diskon Ramadan yang menarik, dan bebas biaya pengiriman.
Selain itu, ada lima kategori yang paling banyak dicari, yaitu fesyen dan aksesoris wanita, gawai dan aksesorisnya, fesyen Muslim, fesyen pria, serta kategori perawatan dan kecantikan.
Kemudian Ada sebanyak 97,3 persen responden puas berbelanja online. Riset ini menunjukkan aktivitas belanja online menarik perhatian dan menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia.
“ Tren belanja online ini diprediksi akan terus tumbuh ke depannya. Oleh karena itu, kami berharap hasil riset ini bisa menambah informasi untuk memahami perilaku belanja online di masyarakat pada bulan Ramadan,” kata dia.
Ainun juga menjelaskan ada beberapa situs belanja online yang menjadi favorit masyarakat Indonesia selama Ramadan. Yang teratas adalah Shopee dengan 49,3 persen responden berbelanja laman tersebut.
Selanjutnya ada Lazada yang memiliki 20,7 persen responden senang berbelanja di laman itu, sedangkan Tokopedia 16 persen sebanyak. Bukalapak dan Elevenia menempati posisi keempat dan kelima sebagai e-commerce terfavorit untuk belanja online selama Ramadan.(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
